Konferensi Partai Sayap Kanan Jerman AfD Diwarnai Demonstrasi 15.000 Orang

Sekitar 15.000 orang menggelar demonstrasi menentang AfD di Erfurt, Jerman, Sabtu, 4 Juli 2026. (Anadolu Agency)

Konferensi Partai Sayap Kanan Jerman AfD Diwarnai Demonstrasi 15.000 Orang

Willy Haryono • 5 July 2026 18:08

Erfurt: Ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa menentang partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) di Kota Erfurt, Jerman, pada Sabtu kemarin, yang bertepatan dengan penyelenggaraan konferensi tahunan partai tersebut.

Dikutip dari The Korea Herald, Minggu, 5 Juli 2026, para demonstran yang berasal dari serikat pekerja, organisasi masyarakat sipil, dan partai-partai sayap kiri memblokade sejumlah jalan menuju lokasi konferensi AfD.

Polisi Jerman mengerahkan personel tambahan dari berbagai wilayah untuk mengamankan jalannya konferensi selama dua hari tersebut. Otoritas memperkirakan sekitar 15.000 orang mengikuti aksi demonstrasi di Erfurt dan sekitarnya.

Di tengah aksi protes, AfD kembali memilih Alice Weidel dan Tino Chrupalla sebagai ketua bersama partai. Keduanya dinilai berhasil meningkatkan elektabilitas AfD hingga memimpin sejumlah survei nasional menjelang pemilu di beberapa negara bagian.

Dalam pidato pembukaannya, Weidel mengkritik para demonstran dan menyebut semakin banyak warga Jerman mendukung AfD.

"Semakin banyak orang di negara ini ingin mendukung kami dalam perjuangan melawan kemunduran Jerman, demi tanah air dan identitas kami," katanya.

Weidel juga kembali menegaskan sikap keras partainya terhadap isu imigrasi.

"Pelaku kriminal dan migran ilegal tidak lagi memiliki tempat di Jerman. Kami akan mendeportasi mereka secara tegas karena negara kami pantas mendapatkan yang lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Chrupalla mengatakan AfD menargetkan kemenangan dalam pemilu negara bagian di Saxony-Anhalt dan Mecklenburg-Vorpommern pada September mendatang sebagai langkah menuju pemerintahan nasional.

"Kami akan memerintah. Pertama di tingkat regional, kemudian di tingkat nasional," katanya.

Konferensi AfD berlangsung di tengah meningkatnya dukungan terhadap partai tersebut. Sejumlah survei terbaru menempatkan AfD memperoleh dukungan hingga 29 persen, melampaui blok konservatif CDU/CSU yang dipimpin Kanselir Friedrich Merz dengan sekitar 22 persen.

AfD didirikan lebih dari satu dekade lalu dan mengusung agenda nasionalis, kebijakan imigrasi yang lebih ketat, serta kritik terhadap pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Partai ini juga menyerukan penghentian bantuan militer Jerman kepada Ukraina dan normalisasi hubungan dengan Rusia.

Meski demikian, partai-partai arus utama di Jerman tetap menolak bekerja sama dengan AfD melalui kebijakan yang dikenal sebagai firewall, yakni strategi untuk mengisolasi AfD dari pemerintahan koalisi.

Para pengkritik menilai AfD mempromosikan kebijakan yang bersifat diskriminatif dan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi Jerman. Sementara itu, pimpinan AfD membantah tuduhan tersebut dan menegaskan partainya tetap menghormati tatanan demokrasi.

Baca juga:  Partai Sayap Kanan Jerman Tunjuk Alice Weidel sebagai Calon Kanselir

(Willy Haryono)