Imbas Tendangan Kungfu di Liga 4, Hilmi Dilarang Bermain Sepak Bola Seumur Hidup

Pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar (Kanan). (Instagram/@perseta1970)

Imbas Tendangan Kungfu di Liga 4, Hilmi Dilarang Bermain Sepak Bola Seumur Hidup

Riza Aslam Khaeron • 7 January 2026 11:29

Bangkalan: Muhammad Hilmi Gimnastiar (NPG 23), pemain PS Putra Jaya Pasuruan menjadi sorotan setelah melakukan tendangan brutal ke dada Firman Nugraha Ardhiansyah (NPG 15), pemain Perseta 1970 Tulungagung.

Aksi yang kerap dijuluki "tendangan kungfu" ini terjadi dalam laga Liga 4 Jawa Timur pada 5 Januari 2026 di Stadion Gelora Bangkalan, Kabupaten Bangkalan. Tindakan tersebut berujung pada sanksi berat dari Komite Disiplin PSSI Jawa Timur berupa larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup.

Putusan Komite Disiplin PSSI Jawa Timur bernomor 001/KOMDIS/PSSI-JTM/I/2026 menyatakan bahwa Muhammad Hilmi Gimnastiar melanggar ketentuan terkait perilaku buruk terhadap pemain lawan dalam pertandingan babak 32 besar Grup CC Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025–2026.

Dalam pemeriksaan, Komdis menyebut Hilmi menendang Firman hingga menyebabkan luka parah di bagian dada.
 

Kronologi Kejadian


Firman Nugraha. (Instagram/@Perseta1970)

Pengurus PS Putra Jaya Sumurwaru menerbitkan surat pernyataan pada 5 Januari 2026, ditandatangani Ketua Harian Gaung Andaka Rangglip di Pasuruan. Surat tersebut menjelaskan bahwa insiden terjadi pukul 14.36 WIB di Stadion Gelora Bangkalan dan menyebabkan cedera serius terhadap pemain Perseta 1970.

Insiden bermula saat Putra Jaya Pasuruan tertinggal 0-4 pada menit ke-71. Hilmi berusaha merebut bola dari Firman, namun justru melayangkan tendangan keras ke arah dada. Firman langsung terjatuh dan terkapar di lapangan. Ia kemudian mendapat penanganan medis, ditandu keluar, dan dibawa ke rumah sakit akibat nyeri dada yang tak kunjung mereda.

Perseta menyampaikan pernyataan pada 6 Januari 2026 bahwa kondisi Firman telah membaik.

“Alhamdulillah kondisi pemain kita Firman Nugraha sudah berangsur membaik. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mensupport dan mendoakan untuk kesembuhan Firman,” tulis Perseta 1970 melalui Instagram.

Usai kejadian, Firman mengeluh masih merasa nyeri dibagian dada dan mengungkapkan bahwa Hilmi sempat menyampaikan permintaan maaf, namun ia menilai "tidak ada iktikad baik" dalam permintaan tersebut.

Dalam video yang beredar di media sosial, Firman memperlihatkan bekas luka memar di dadanya akibat tendangan tersebut.
 
Baca Juga:
Gencarkan Tackle Horor, Pesepakbola Hilmi Gimnastiar Dilarang Bermain Seumur Hidup
 

Hilmi Dilarang Bermain Seumur Hidup


"Tendangan Kungfu" Hilmi kepada Firman. (Istimewa)

Komdis menilai tindakan itu sebagai bentuk kekerasan berat (violent conduct). Menendang pemain lawan dikategorikan sebagai pelanggaran serius sesuai Pasal 48 jo. Pasal 49 Kode Disiplin PSSI.

Mengacu pada Pasal 78, Komdis berwenang menjatuhkan sanksi tambahan.

Karena tindakan Hilmi menyebabkan luka parah dan berpotensi mengakibatkan cacat permanen, serta demi memberi efek jera, Komdis menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup.

Selain itu, Hilmi dinyatakan melanggar Pasal 10 dan Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025, serta dikenai denda sebesar Rp2.500.000.

Putusan menyebut bahwa keputusan ini masih dapat diajukan banding.

Sebagai tindak lanjut, klub turut mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Hilmi dari tim. 

Manajemen klub menilai tindakan Hilmi bertentangan dengan asas fair play dan melanggar aturan sepak bola. Mereka juga menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak, khususnya kepada Perseta 1970.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Al Abrar)