Ketua Dewan Transisi Selatan, Aidarus Al-Zoubaidi. Foto: Al-Jazeera
Pimpinan Oposisi Yaman Dilaporkan Kabur ke Abu Dhabi
Fajar Nugraha • 8 January 2026 20:00
Sanaa: Ketua Dewan Transisi Selatan, Aidarus Al-Zoubaidi melarikan diri dari Yaman selatan. Al-Zoubaidi dikabarkan kabur ke Abu Dhabi.
Juru Bicara Koalisi Pasukan Gabungan pimpinan Arab Saudi Mayor Jenderal Turki Al-Malki pada Kamis 8 Januari 2026 mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Aidarus Al-Zoubaidi dan beberapa orang lainnya telah “melarikan diri di tengah malam” dengan kapal yang menuju Somaliland.
“Al-Zoubaidi dan beberapa orang lainnya melarikan diri dengan kapal Bamedhaf dari Aden setelah menonaktifkan sistem identifikasi kapal. Kapal tersebut kemudian berlabuh di pelabuhan Berbera,” sebut Al-Malki, seperti dikutip Anadolu, Kamis 8 Januari 2026.
Setelah komunikasi ini, Al-Zoubaidi dan rekan-rekannya naik pesawat Ilyushin Il-76, penerbangan MZB-9102, yang berangkat tanpa mengumumkan tujuannya.
Pesawat tersebut mendarat di Bandara Internasional Mogadishu pada pukul 15.15, berada di darat selama kurang lebih satu jam, dan kemudian berangkat lagi pada pukul 16.17, menuju Teluk Arab.
Juru bicara koalisi menyatakan bahwa pesawat tersebut mematikan sistem identifikasinya saat terbang di atas Teluk Oman, dan mengaktifkannya kembali sesaat sebelum mendarat di bandara militer Al Reef di Abu Dhabi pada pukul 20.47.
Pernyataan itu juga mencatat bahwa catatan maritim menunjukkan kapal Bamedhaf terdaftar di bawah bendera Saint Kitts dan Nevis—bendera yang sama yang dikibarkan oleh kapal Greenland, yang sebelumnya mengangkut kendaraan militer dan senjata dari Fujairah ke pelabuhan Mukalla.
Sebelumnya, Arab Saudi menuduh UEA mendorong pasukan STC untuk melakukan operasi militer di sepanjang perbatasan selatan kerajaan di Hadhramaut dan Mahra. Abu Dhabi membantah tuduhan tersebut.
Pada hari Jumat, Zoubaidi mengumumkan "fase transisi" selama dua tahun yang akan mencakup dialog dengan pihak-pihak di Yaman selatan dan "referendum" tentang masa depan selatan.
STC mengatakan pemerintah Yaman berturut-turut telah meminggirkan wilayah selatan secara politik dan ekonomi dan menyerukan pemisahan diri. Otoritas Yaman menolak klaim tersebut dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap persatuan negara.