Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) secara resmi meresmikan kantor perwakilan di Beijing, Tiongkok. Foto: Dok. Istimewa.
Babak Baru Kerja Sama Investasi Indonesia-Tiongkok di Beijing
Fachri Audhia Hafiez • 17 March 2026 01:20
Jakarta: Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) resmi meresmikan kantor perwakilan di Beijing, Tiongkok. Langkah ini diambil sebagai strategi organisasi untuk memperluas jaringan kerja sama internasional sekaligus mempertegas komitmen dalam mendorong kemakmuran bersama antara Indonesia dan Tiongkok melalui sektor investasi dan ekonomi.
"Pertama membantu menghubungkan perusahaan dengan mitra lokal di Indonesia, termasuk pemerintah daerah, pelaku industri, dan komunitas bisnis. Kedua, kami memberikan wawasan tentang kondisi pasar Indonesia, lingkungan regulasi, dan budaya bisnis, sehingga perusahaan yang ingin memasuki pasar Indonesia dapat beradaptasi lebih cepat dan efektif," ujar Ketua Umum FORMAS, Yohanes Handojo Budhisedjati, dikutip melalui keterangan tertulis, Senin, 16 Maret 2026.
Baca Juga :
Handojo menjelaskan bahwa FORMAS memiliki peran krusial sebagai jembatan bagi para pengusaha dan pemimpin komunitas di berbagai sektor. Selain memberikan panduan regulasi, FORMAS juga bertugas mendukung implementasi praktis proyek di lapangan dengan mengoordinasikan berbagai pemangku kepentingan agar kerja sama berjalan lancar dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan bisnis yang dihadiri puluhan perusahaan asal Tiongkok tersebut, perwakilan Divisi Bisnis FORMAS, David Sebastian, turut mengajak para investor untuk berkolaborasi membangun infrastruktur dan teknologi di Indonesia. Ia menekankan bahwa masuknya investasi asing diharapkan mampu membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat.
"FORMAS sangat menyambut baik pertemuan ini dan kami mengajak para Investor Tiongkok untuk bersama-sama berinvestasi di Indonesia. Kami mendukung investor dan teknologi dari China untuk membantu membuka banyak lapangan kerja di Indonesia, demi meningkatkan kesejahteraan rakyat," ucap David.
Apresiasi senada datang dari perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tiongkok, Nur Evi Rahmawati. Ia menilai kolaborasi ini sangat strategis mengingat potensi ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dengan pasar lebih dari 280 juta jiwa.
Evi optimis hubungan dagang kedua negara akan mencetak rekor baru pada tahun 2026 melalui sektor-sektor fintech, e-commerce, dan kesehatan digital.