Presiden Prabowo: Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Antara

Presiden Prabowo: Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza

M Sholahadhin Azhar • 20 February 2026 01:24

Jakarta: Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia mengirimkan 8.000 pasukan perdamaian. Pasukan akan berpartisipasi dalam misi perdamaian di Gaza, Palestina, dengan bergabung ke dalam International Stabilization Force (ISF).

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). KTT dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pimpinan negara lainnya di Washington DC, Amerika Serikat.

"Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami memuji hal ini, dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan," kata Presiden Prabowo, dikutip dari Antara, Jumat, 20 Februari 2026.
 


Presiden menyatakan siap mengerahkan ribuan personel untuk berperan aktif dalam pasukan stabilisasi internasional ISF. Dalam sambutan di forum itu, Prabowo menyatakan Indonesia sejak awal telah mempelajari dan mendukung penuh rencana perdamaian yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump

Prabowo juga menegaskan, tujuan Indonesia bergabung dengan BoP yaitu untuk perdamaian di Gaza, Palestina. "Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace. Kami berkomitmen untuk keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis," tegas Prabowo.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: Antara

Berdasarkan keterangan resmi, kehadiran Presiden Prabowo pada pertemuan perdana BoP menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam pembentukan dan penguatan kerangka kerja Dewan Perdamaian sebagai mekanisme internasional yang bersifat transisional dan berbasis mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025).

Indonesia menyatakan siap berperan aktif melalui ISF dengan mandat yang jelas, parameter operasional yang disepakati, serta selaras dengan hukum internasional dan national caveats Indonesia.

Indonesia juga mendukung rekonstruksi dan stabilisasi jangka panjang di Gaza dengan tetap menghormati hak rakyat Palestina dan visi Solusi Dua Negara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)