Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Tahap Dua, 25 Ton Garam Disemai

Persiapan operasi modifikasi cuaca di Provinsi Riau menggunakan garam sebanyak satu ton untuk satu kali penyemaian di awan. ANTARA/HO-Pemprov Riau

Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Tahap Dua, 25 Ton Garam Disemai

Whisnu Mardiansyah • 10 April 2026 12:19

Pekanbaru: Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap dua di Provinsi Riau sudah menyemai 25 ton garam sejak 28 Maret 2026 hingga saat ini. Operasi ini bertujuan menciptakan hujan buatan guna membasahi lahan, terutama gambut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, Jim Gafur, mengatakan sebelumnya juga sudah dilakukan kegiatan serupa pada awal Februari 2026.

"OMC difokuskan di daerah pesisir timur Riau, yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, dan Kota Dumai," katanya di Pekanbaru seperti dilansir Antara, Jumat, 10 April 2026.

OMC dilakukan menggunakan pesawat Cessna C208B/PK-AKR milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penentuan wilayah sasaran merupakan hasil analisis dan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain pesawat OMC, saat ini di Riau juga sudah terdapat dua unit helikopter untuk kegiatan bom air. Dengan adanya tambahan bantuan helikopter tersebut, saat ini di Provinsi Riau sudah terdapat empat helikopter untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 


"Saat ini sudah ada empat helikopter di Riau yang dapat digunakan untuk penanggulangan karhutla. Dua unit untuk kegiatan patroli dan dua unit untuk water bombing," ujar Jim Gafur, Jumat, 10 April 2026.

Diketahui, saat ini titik panas di Riau sudah menurun dan kebakaran lahan dilaporkan juga nihil. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra di Provinsi Riau menyampaikan telah menuntaskan operasi pemadaman di Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.


Petugas memadamkan karhutla. (Istimewa)

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyampaikan pihaknya terakhir melakukan pendinginan di Desa Kelemantan Barat pada Kamis, 9 April 2026. Dengan demikian, operasi pemadaman karhutla di Bengkalis dinyatakan tuntas padam.

"Helikopter bom air juga membantu kami sebanyak dua kali siang kemarin, selain cuaca juga masih sangat baik sehabis hujan. Tim Manggala Agni demobilisasi secara bertahap," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)