Trump Pastikan Dewan Perdamaian Akan Bekerjasama dengan PBB

Presiden AS Donald Trump resmikan Dewan Perdamaian. Foto: The New York Times

Trump Pastikan Dewan Perdamaian Akan Bekerjasama dengan PBB

Fajar Nugraha • 22 January 2026 21:27

Davos: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi meluncurkan Dewan Perdamaian pada Kamis 22 Januari 2026. Trump mengatakan bahwa kelompok yang diketuainya akan bekerja sama dengan PBB untuk mengatasi krisis yang jauh melampaui Jalur Gaza.

"Kami berkomitmen untuk memastikan Gaza didemiliterisasi, dikelola dengan baik, dan dibangun kembali dengan indah,” kata Trump saat menjamu hampir dua lusin pemimpin dunia di sela-sela World Economic Forum (WEF) untuk upacara penandatanganan, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 22 Januari 2026.

“Ini akan menjadi rencana yang hebat, dan di situlah Dewan Perdamaian benar-benar dimulai. Dan saya pikir kita dapat meluas ke hal-hal lain seiring keberhasilan kita di Gaza," kata Trump.

"Ini akan menjadi hal yang luar biasa untuk disaksikan. Dan kita bisa melakukan hal-hal lain. Kita bisa melakukan banyak hal lain. Setelah dewan ini sepenuhnya terbentuk, kita bisa melakukan hampir semua hal yang kita inginkan, dan kita akan melakukannya bersama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa," tambah Trump.

Perwakilan dari berbagai negara menandatangani dokumen pendirian organisasi tersebut. Rincian tentang mandat dewan, serta piagamnya, belum segera tersedia.

Pertanyaan telah lama beredar tentang ruang lingkup mandat dewan, tetapi komentar Trump tampaknya mengkonfirmasi bahwa dewan tersebut akan terlibat dalam urusan global jauh melampaui Gaza saat ia terus mengkritik apa yang disebutnya sebagai kegagalan PBB untuk menggunakan "potensi luar biasa"-nya.

"Ada potensi luar biasa dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dan saya pikir kombinasi Dewan Perdamaian dengan orang-orang seperti yang kita miliki di sini, ditambah dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dapat menjadi sesuatu yang sangat, sangat unik bagi dunia," kata Trump.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)