Penyemprotan air di beberapa ruas jalan Kota Bandung. (metrotvnews.com/ Roni k)
Abu Anak Krakatau Selimuti Bandung, Pemkot Gencar Penyemprotan
Roni Kurniawan • 7 September 2026 18:17
Bandung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat langkah mitigasi menyusul paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas penerbangan di wilayah Bandung Raya. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan.
"Dari kemarin sudah kami keluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak usah panik. Bagaimanapun juga abu vulkanik merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia yang berada di Ring of Fire,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 7 September 2026.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung menerjunkan armada untuk menyemprotkan air di sejumlah ruas jalan utama yang memiliki tingkat mobilitas kendaraan maupun pejalan kaki tinggi. Langkah pembersihan ini bertujuan agar partikel abu vulkanik yang mengendap tidak kembali berterbangan ke udara.
"Hari ini kami melakukan penyemprotan di sepanjang Jalan Asia Afrika dan Jalan Ir. H. Juanda. Nanti malam kami lanjutkan ke Jalan Supratman sampai Purwakarta, kemudian Jalan Dipatiukur dan R. E. Martadinata," beber Farhan.
"Ini untuk debu-debu yang ada di permukaan supaya tidak mengudara kembali. Yang ada di dedaunan, pohon-pohon, termasuk trotoar, akan kami semprot sehingga debunya tidak naik lagi,” sahutnya.
Antisipasi ISPA dan Pengawasan Stok Masker
Selain pembersihan fasilitas umum, seluruh puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan (faskes) di Kota Bandung telah diinstruksikan bersiaga penuh menghadapi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)."Puskesmas dan semua fasilitas kesehatan sudah siap siaga untuk ISPA, karena memang risiko terbesarnya adalah ISPA," kata Farhan seraya menegaskan bahwa seluruh faskes tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan penanganan medis terkait dampak abu vulkanik.
.jpg)
Wali Kota Bandung M Farhan. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga akan melakukan inspeksi ketersediaan masker di pasaran, terutama di toko ritel modern dan sentra penjualan alat kesehatan. Pengawasan ketat ini bertujuan mencegah panic buying, praktik penimbunan, hingga lonjakan harga jual yang merugikan masyarakat.
"Kita akan pastikan jangan sampai ada penumpukan seperti awal-awal dulu. Saya juga akan cek stok di Dinkes," tegas Farhan.
Terkait wacana pembagian masker gratis, Farhan menyebut pihaknya masih melakukan perhitungan cermat agar intervensi pemerintah tidak merusak harga pasar.
"Kalau membagikan itu, saya mesti beli ramai-ramai. Ketika saya borong, harga di toko pasti naik semua. Nanti saya akan upayakan supaya itu tidak terjadi," pungkasnya.