Banjir di Bangladesh Tewaskan 44 Orang, Lebih dari Sejuta Warga Terdampak

Banjir melanda salah satu wilayah di Bangladesh. (Anadolu Agency)

Banjir di Bangladesh Tewaskan 44 Orang, Lebih dari Sejuta Warga Terdampak

Willy Haryono • 12 July 2026 08:52

Dhaka: Sedikitnya 44 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan monsun deras selama beberapa hari terakhir di Bangladesh bagian tenggara.

Otoritas setempat pada Sabtu, 11 Juli 2026, menyatakan lebih dari satu juta warga terdampak bencana tersebut, sementara ratusan ribu keluarga masih terisolasi di wilayah yang terendam banjir.

Dilansir dari AsiaOne, Minggu, 12 Juli 2026, Kementerian Penanggulangan Bencana Bangladesh mengatakan banjir melanda tujuh distrik, yakni Chattogram, Cox's Bazar, Bandarban, Rangamati, Khagrachhari, Moulvibazar, dan Habiganj.

Bencana tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, memutus akses transportasi, dan mengisolasi ribuan keluarga dari bantuan kemanusiaan.

Sebanyak 267.918 rumah tangga dilaporkan terjebak di wilayah terdampak banjir. Pemadaman listrik, kerusakan jalan, serta terputusnya jaringan komunikasi turut memperlambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Banyak warga dilaporkan tidak dapat memasak selama berhari-hari setelah rumah mereka terendam banjir, sementara lumpur tebal menutupi dapur dan ruang keluarga.

"Masih ada air di dalam rumah kami dan kami tidak punya cara untuk memasak. Persediaan makanan kering sudah habis dan kami menghabiskan malam dalam kegelapan bersama anak-anak karena tidak ada listrik," kata Nurul Islam, warga Chattogram yang terdampak banjir.

Ribuan keluarga kini bergantung pada bantuan makanan darurat seperti beras pipih, beras kembung, dan biskuit yang tidak memerlukan proses memasak.

Namun, jalan yang rusak dan jembatan yang hanyut membuat banyak daerah sulit dijangkau oleh petugas bantuan.

Personel militer dan angkatan laut Bangladesh saat ini menggunakan perahu untuk menyalurkan makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya ke wilayah yang terisolasi.

Pengungsi Rohingya

Menteri Penanggulangan Bencana dan Bantuan Bangladesh Iqbal Hossain mengatakan pemerintah berupaya maksimal membantu para korban banjir.

"Bantuan, air minum yang aman, dan pasokan medis terus didistribusikan. Kami mengimbau warga yang rumahnya terendam untuk segera menuju tempat penampungan terdekat," ujarnya saat mengunjungi wilayah terdampak di Chattogram.

Selain banjir, hujan deras juga memicu tanah longsor di kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar pada awal pekan ini.

Sedikitnya 16 pengungsi Rohingya, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan meninggal dunia akibat longsor tersebut.

Lebih dari satu juta pengungsi Rohingya saat ini tinggal di kamp-kamp pengungsian di Cox's Bazar yang sebagian besar berada di lereng bukit tanpa tutupan hutan dan sangat rentan terhadap bencana selama musim monsun.

Bangladesh sendiri merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap bencana alam di dunia.

Setiap tahun, hujan monsun menyebabkan banjir, erosi sungai, dan tanah longsor di berbagai wilayah negara tersebut.

Para ilmuwan menilai perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas curah hujan ekstrem sehingga memperbesar risiko dan dampak bencana di kawasan Asia Selatan.

Baca juga:  Delapan Tewas Akibat Tanah Longsor di Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

(Willy Haryono)