Tanjakan Istighfar/tangkapan layar video unggahan akun Youtube @ada2_aza
Tanjakan Istighfar Gunung Kawi: Pendakian Ekstrem Kemiringan Nyaris 90 Derajat
Daviq Umar Al Faruq • 14 July 2026 21:32
Malang: Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, selama ini lebih dikenal publik karena mitos pesugihan yang kerap viral di media sosial. Namun di balik kisah mistis itu, gunung ini juga menyimpan tanjakan ekstrem yang berkali-kali menguji batas fisik para pendaki, yaitu Tanjakan Istighfar.
Komika Pandji Pragiwaksono membagikan pengalamannya saat mendaki Gunung Kawi melalui jalur Precet bersama rekannya, Dzawin Nur. Dalam perjalanan menuju puncak, ia menyoroti Tanjakan Istighfar yang memiliki medan sangat curam dan menguras tenaga.
"Pendakian tuh makin ekstrem tuh dari pos 4-5, karena apa namanya, curam banget gitu, tanjakannya curam banget. Bahkan ada satu tanjakan tulisannya Tanjakan Istigfar," kata Pandji dalam video berjudul "DIAJAK DZAWIN KE GUNUNG KAWI - PANDJI DI STANDUPFEST 2025 FULL SET" yang diunggah akun YouTube @pandji.pragiwaksono.
"Karena orang pas naik Astagfirullah, Astagfirullah, karena parah banget," imbuh Pandji.
Tanjakan Istighfar berada tepat sebelum Puncak Batu Tulis di jalur pendakian Precet dan dikenal sebagai bagian paling berat menuju puncak Gunung Kawi. Medannya memiliki tingkat kemiringan sekitar 85 hingga mendekati 90 derajat sehingga menyerupai dinding tegak.

Tanjakan Istighfar/tangkapan layar video unggahan akun Youtube @ada2_aza
Kemiringan yang nyaris tegak membuat pendaki harus memanfaatkan tali webbing atau tambang yang telah dipasang untuk bisa melewati tanjakan tersebut. Kondisi tanah yang didominasi pasir halus dan bebatuan besar juga membuat jalur itu licin serta rawan longsor, terutama saat diguyur hujan.
Gunung Kawi memiliki ketinggian 2.603 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan bagian dari kompleks Pegunungan Putri Tidur. Sebutan tersebut muncul karena siluet rangkaian pegunungannya jika dilihat dari kejauhan menyerupai sosok perempuan yang sedang berbaring.
Selain menawarkan tantangan pendakian, kawasan Gunung Kawi juga menyimpan kekayaan budaya dan nilai spiritual yang masih terjaga. Jalur menuju puncaknya melewati berbagai zona vegetasi, mulai dari perkebunan kopi, hutan pinus, hingga hutan lumut.