Prajurit TNI membantu masyarakat membersihkan rumah warga di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang rusak akibat gempa bumi di daerah tersebut. ANTARA/HO-Pemprov Sulteng
Pemkab Sigi Bentuk Tim Asesmen Tangani Rumah Rusak Akibat Gempa
Silvana Febiari • 12 July 2026 17:57
Sigi: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai membentuk tim asesmen dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk menangani rumah rusak akibat gempa. Tim tersebut akan mendata rumah warga yang rusak ringan hingga sedang.
"Insya Allah besok dimulai pembentukan tim, sosialisasi dan uji coba," kata Kepala Bidang Bencana BPBD Kabupaten Sigi Ahmad Yani, dilansir dari Antara, Minggu, 12 Juli 2026.
Selama melakukan pendataan, kata Ahmad, tim asesmen akan dibantu Mahasiswa dari Universitas Tadulako, Palu. "Ada dukungan dari Mahasiswa Teknik UNTAD sebanyak 43 orang membantu pendataan rumah rusak di Nokilalaki dan Palolo," ujarnya.
Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi, sebanyak 4.012 rumah mengalami kerusakan. Rinciannya terdiri dari 266 rumah rusak berat, 1.195 rumah rusak sedang, dan 2.551 rumah rusak ringan.
"Selama tahap pertama dan kedua, fokus pemerintah daerah untuk rumah rusak berat. Hal ini berhubungan dengan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak di Nokilalaki dan Palolo," ujar Ahmad.

Salah satu rumah warga di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang rusak akibat gempa bumi beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Pemprov Sulteng
Sebelumnya, Pemkab Sigi menyelesaikan finalisasi pendataan kebutuhan hunian sementara (huntara) tahap kedua, bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo.
Wakil Bupati Sigi sekaligus Komandan Satgas Tanggap Darurat Samuel Yansen Pongi mengatakan seluruh proses pendataan, verifikasi, dan penetapan dilakukan secara terbuka dan transparan.
"Nantinya hasil ini akan dibuatkan surat keputusan (SK) oleh Bupati Sigi dan selanjutnya dikirim ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Samuel saat ditemui awak media di Dolo, Sabtu, 11 Juli 2026.