Tim PPI Dunia X BEM Kampus Bentangkan Bendera Merah Putih 108 Meter di Wakatobi

Aksi simbolis pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 108 meter. Foto: PPI Global

Tim PPI Dunia X BEM Kampus Bentangkan Bendera Merah Putih 108 Meter di Wakatobi

Fajar Nugraha • 4 August 2026 12:05

Wakatabi: Rangkaian program pengabdian PPI Dunia Mengabdi 2026 di Pulau Sulawesi resmi ditutup dengan sebuah momen bersejarah di Desa Mola Nelayan Bhakti, Kabupaten Wakatobi.

Penutupan ini dirangkai dengan aksi simbolis pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 108 meter, sebagai wujud nyata semangat cinta tanah air dari mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri yang berkolaborasi dengan Ikatan Alumni SMA Negeri 4 Kendari, BEM Universitas Halu Oleo, BEM FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari, BEM ITBM Wakatobi, serta BEM STIE 66 Kendari.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan pesisir Desa Mola Nelayan Bhakti ini menjadi penutup rangkaian program pengabdian yang telah berjalan beberapa hari di wilayah tersebut.

Pemilihan Desa Mola Nelayan Bhakti sebagai lokasi pengabdian dinilai sangat strategis, mengingat desa ini merupakan salah satu kawasan pesisir dengan potensi bahari yang besar dan mayoritas penduduknya adalah Suku Bajo yang terkenal sebagai pengembara laut. Momen ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.

Pembentangan bendera sepanjang 108 meter ini bukan sekedar seremonial saja, melainkan simbol dari semangat perjuangan dan harapan besar untuk masa depan Indonesia.

"Ini adalah sejarah pertama kali yang dilakukan di Wakatobi," ujar Kepala Desa Mola Nelayan Bhakti, Derdi, S.Sos dalam sambutannya pada 30 Juli 2026.

Derdi menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada tim PPI Dunia Mengabdi.

"Kami sangat berterima kasih karena telah memilih Desa Mola Nelayan Bhakti sebagai tempat kegiatan PPI Dunia Mengabdi 2026 Chapter Sulawesi. Ini merupakan suatu kehormatan karena kedatangan mahasiswa hebat Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri dan dalam negeri. Tim PPI Dunia Mengabdi juga disambut dengan hangat dan baik oleh warga desa setempat," tambah Derdi.



Koordinator PPI Dunia 2025/2026, Andika Ibrahim Nasution, dalam sambutan penutupannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan luar biasa dari masyarakat Wakatobi.

"Terima kasih kami sudah diterima dengan baik di Wakatobi. Program ini menjadi sejarah karena PPI Dunia berhasil melakukan pengabdian pertama kali di pulau terluar Sulawesi," ujar Derdi.

Pernyataan ini sejalan dengan komitmen PPI Dunia untuk hadir di wilayah-wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) sebagai bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan negara.

Kegiatan penutupan ini menjadi puncak dari serangkaian program pengabdian yang telah dilakukan oleh tim PPI Dunia Mengabdi Chapter Sulawesi. Sepanjang program, para mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat Bhumi Nusantara Loka Bhakti yang terus digaungkan oleh PPI Dunia, di mana pengabdian dilakukan di wilayah kawasan 3T di Indonesia.

Di luar momen seremonial, program pengabdian yang telah berjalan selama sepekan terakhir juga meninggalkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Berbagai kegiatan seperti program sosialisasi hidup bersih dan sehat, petualangan gigi sehat, mengajarkan wawasan kebangsaan, mengajarkan baca tulis quran untuk anak-anak desa, bermain dan belajar literasi bersama anak-anak desa serta program Talkshow mengenai perkuliahan di luar dan dalam negeri.



Tak hanya itu, tim PPI Dunia Mengabdi juga menyerahkan bantuan peralatan buku baca untuk anak-anak desa, yang diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang generasi literasi muda Wakatobi.

Kehadiran para mahasiswa dari berbagai negara ini pun menjadi inspirasi tersendiri bagi anak-anak Bajo, bahwa pendidikan tinggi dapat diraih tanpa harus meninggalkan akar budaya dan semangat kemaritiman.

Dengan suksesnya penutupan program di Wakatobi ini, PPI Dunia Mengabdi kembali mencatatkan jejak pengabdian yang bermakna, semangat kebangsaan, dan dedikasi untuk Indonesia yang ditunjukkan melalui pembentangan bendera 108 meter ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda khususnya di Kabupaten Wakatobi, bahwa cinta tanah air dapat diwujudkan melalui karya dan pengabdian di mana pun berada, menuju Indonesia Emas 2045.

(Fajar Nugraha)