Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: dok. Pemprov DKI.
Pemprov DKI Tunggu Momen Tepat untuk Modifikasi Cuaca Ciptakan Hujan Buatan
Andika Fauzan Azhari • 4 August 2026 17:30
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan untuk menghadapi ancaman musim kering ekstrem akibat fenomena El Nino. Namun, pelaksanaannya akan dilakukan pada saat yang tepat.
"Kami besok juga akan rapat secara khusus mengenai apakah modifikasi cuaca itu bisa dilakukan pada kondisi yang seperti ini, jangan sampai kemudian kita sudah modifikasi tetapi awannya enggak ada," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
"Kapan waktu yang tepat kalau memang ada awan pasti Jakarta akan melakukan modifikasi cuaca," kata Pramono.
Rencana modifikasi cuaca ini merupakan upaya antisipasi terhadap risiko kebakaran lahan, peningkatan polusi udara, serta dampak kemarau panjang di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
.jpeg)
Ilustrasi Cuaca Jakarta. Foto: dok. Medcom.
Kebutuhan untuk menciptakan hujan buatan ini merespons El Nino yang memicu penurunan intensitas curah hujan secara drastis di sejumlah wilayah Ibu Kota. Hal tersebut menyebabkan kekeringan, memicu kerawanan kebakaran pada lahan terbuka mau pun pemukiman padat, serta memperburuk kualitas udara akibat minimnya peluruhan polutan oleh air hujan.
Melalui penerapan TMC secara terukur, Pemprov DKI berharap dapat memicu hujan buatan di area strategis untuk membasahi lahan rawan kering sekaligus menjaga ketersediaan cadangan air tanah.