Presiden Suriah Sebut Penggulingan Assad Diperlukan bagi Suriah dan Kawasan

Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa menyatakan penggulingan Bashar al-Assad diperlukan bagi Suriah dan kawasan. (Anadolu Agency)

Presiden Suriah Sebut Penggulingan Assad Diperlukan bagi Suriah dan Kawasan

Willy Haryono • 3 August 2026 14:56

Damaskus: Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mengatakan penggulingan rezim Bashar al-Assad merupakan langkah yang diperlukan bukan hanya bagi Suriah, tetapi juga bagi stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Jazeera yang dikutip kantor berita resmi Suriah SANA, Minggu, 2 Agustus 2026, Sharaa menyebut Suriah sebagai "poros utama kawasan" dan mengatakan dirinya telah lama meyakini bahwa negaranya akan mengalami perubahan besar.

"Saya yakin rezim Assad pada akhirnya akan jatuh karena banyaknya kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Suriah. Menghapus rezim sebelumnya merupakan kebutuhan, bukan hanya bagi Suriah tetapi juga bagi seluruh kawasan," kata Sharaa.

Menurutnya, kelompok oposisi tidak hanya berfokus pada operasi militer untuk menggulingkan pemerintahan Assad, tetapi juga mempersiapkan tahap rekonstruksi dan pembangunan setelah konflik berakhir.

Pada 8 Desember 2024, kelompok revolusioner Suriah yang dipimpin Sharaa berhasil menggulingkan Bashar al-Assad, yang telah memimpin Suriah sejak tahun 2000.

Kemenangan Tak Hanya Ditentukan Militer

Sharaa menegaskan operasi militer hanyalah salah satu bagian dari strategi yang lebih luas dan tidak cukup untuk membawa perubahan politik di Suriah.

"Operasi militer hanyalah salah satu alat. Untuk menciptakan perubahan, diperlukan juga narasi media, dukungan publik, tata kelola pemerintahan yang efektif, serta tim yang mampu membangun institusi, mengembangkan ekonomi, dan menciptakan pembangunan yang berkelanjutan," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya persatuan selama perjuangan menggulingkan pemerintahan Assad.

"Perpecahan adalah kelemahan, sedangkan persatuan adalah kekuatan," katanya.

Sharaa mengungkapkan berbagai kegagalan dan keterbatasan sumber daya pada masa awal perjuangan justru menjadi pelajaran berharga dalam menyusun strategi perlawanan.

Klaim Tanpa Dukungan Asing

Presiden Suriah itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak menerima dukungan dari pihak asing selama memimpin perjuangan melawan rezim Assad.

Sebaliknya, ia mengaku membangun fondasi ekonomi lokal yang seimbang di Provinsi Idlib, wilayah yang kemudian menjadi basis utama operasi hingga berhasil merebut Damaskus.

"Saya memberikan perhatian yang sama besar pada perang, rekonstruksi, dan pembangunan ekonomi meskipun kami berada di wilayah yang terkepung dan menghadapi tekanan luar biasa," ujarnya.

Sharaa mengatakan pemerintah oposisi di Idlib telah membangun berbagai institusi, termasuk dewan syura, universitas, lembaga media, kawasan industri, permukiman, pusat perbelanjaan, jalan, dan infrastruktur lainnya.

Menurutnya, tingkat kesejahteraan masyarakat di Idlib bahkan melampaui wilayah yang berada di bawah pemerintahan Assad.

Dalam wawancara tersebut, Sharaa juga menyinggung perjalanan hidup dan pandangan politiknya. Ia mengatakan akar keluarganya berasal dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, yang turut membentuk identitas dan pandangan politiknya.

Menutup wawancara, Sharaa menyatakan Suriah memiliki makna historis bagi peradaban manusia.

"Saya percaya peradaban manusia bermula di Suriah, dan ketika kita berdiri di Damaskus, kita berdiri di tempat lahirnya peradaban manusia," katanya.

Baca juga:  Guterres Serukan Dukungan Dunia untuk Pemulihan Suriah usai Tumbangnya Rezim Assad

(Willy Haryono)