Persiapan pelaksanaan modifikasi cuaca di Kawasan Muria Raya okeh BNPB dipusatkan di Lapangan Udara Ahmad Yani
Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Kurangi Hujan Ekstrem di Pantura Jateng
Whisnu Mardiansyah • 16 January 2026 22:14
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan operasi modifikasi cuaca di Kawasan Muria Raya selama lima hari, mulai 15-20 Januari 2026. Tindakan ini diambil untuk mengatasi cuaca ekstrem dan banjir yang belum surut di Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati.
Pada Jumat, 16 Januari 2026, hujan lebat disertai angin kencang dan petir masih berlangsung di puluhan daerah di Jawa Tengah. Banjir masih merendam sejumlah daerah di Pantura seperti Pati, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, dan Kendal, mengakibatkan ribuan rumah terendam dan puluhan ribu warga terdampak.
Banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan, jembatan, hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak. Aktivitas warga, termasuk transportasi antardaerah, terganggu akibat genangan air.
"Betul, modifikasi cuaca di Muria Raya berlangsung dari 15-20 Januari dilaksanakan agar mengurangi intensitas hujan yang terjadi di kawasan tersebut," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dikutip Media Indonesia, Jumat, 16 Januari 2026.
Modifikasi cuaca ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Operasi dipusatkan dari Lapangan Udara di Bandara Ahmad Yani Semarang dan menggunakan sejumlah pesawat yang mengangkut bahan kimia untuk menyemai awan di kawasan udara Muria Raya.
"Pesawat mengangkut sejumlah bahan kimia yang berfungsi untuk menyemai awan. Diharapkan hujan tidak hanya terpusat di satu wilayah tersebut hingga risiko banjir dapat ditekan. Setelah ini akan kita lakukan pemantauan dan evaluasi," tambah Taj Yasin.

Kepala BNPB Suharyanto saat rapat koordinasi dengan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang rapat pimpinan DPRD Kudus, Jumat (16/1/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan operasi ini dilakukan untuk mereduksi curah hujan yang terpantau tinggi di Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati, sehingga berdampak pada bencana hidrometeorologi di kawasan tersebut.
Selain modifikasi cuaca, BNPB menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke tiga kabupaten terdampak banjir dan longsor di Muria Raya. Tim tersebut melakukan asesmen lapangan untuk ditindaklanjuti menjadi rencana penanganan darurat selanjutnya.