Mengenal Gunung Terkecil di Dunia

Gunung Wycheproof di Australia dikenal sebagai gunung terkecil di dunia yang tercatat secara resmi. Foto: Footy Almanac

Mengenal Gunung Terkecil di Dunia

Fajar Nugraha • 13 January 2026 18:40

Jakarta: Dunia geografis tidak hanya dipenuhi oleh puncak-puncak megah seperti Gunung Everest. Ada pula fenomena alam yang relatif kecil namun menarik perhatian. Di antara jutaan gunung di muka bumi, Gunung Wycheproof di Australia dikenal sebagai gunung terkecil di dunia yang tercatat secara resmi.

Fenomena ini menunjukkan keragaman bentang alam yang tidak selalu berwujud tinggi menjulang tetapi tetap punya nilai unik dan cerita geologi tersendiri.

Mount Wycheproof terletak di kota kecil Wycheproof, negara bagian Victoria, Australia. Gunung ini berdiri sekitar 148 meter di atas permukaan laut namun hanya sekitar 43 meter di atas dataran sekitarnya. Karena perbedaan ketinggian yang relatif rendah tersebut, banyak orang justru menganggapnya seperti sebuah bukit daripada gunung. Namun dalam catatan resmi geografis, ia tetap dipandang sebagai gunung karena bentuknya yang mencolok dari permukaan setempat. 

Kota Wycheproof sendiri berada di lereng barat daya gunung ini. Nama Wycheproof berasal dari bahasa Aborigin “wichi-poorp” yang berarti rumput di atas bukit. Nama ini menegaskan bagaimana masyarakat asli sudah lama mengenal bentang alam tersebut jauh sebelum wilayah ini berkembang menjadi pemukiman pada pertengahan abad ke-19. 

Meskipun memiliki ukuran kecil, Mount Wycheproof bukan sekadar sekumpulan batu di tanah datar. Secara geologis, gunung ini merupakan tonjolan granit yang tersisa dari aktivitas vulkanik masa lampau dan menjadi bagian dari jajaran Terrick Terrick Range. Di kawasan ini juga ditemukan mineral langka yang dinamakan Wycheproofite, yang bentuknya transparan dan berwarna merah muda. 

Kondisi topografi yang tidak terlalu curam membuat gunung ini mudah didaki. Jalur pendakian sederhana tersedia di sekitar kawasan, dan berjalan kaki ke puncak dapat dicapai dalam waktu kurang dari sepuluh menit bagi pengunjung biasa. Namun jumlah orang yang mencapai puncak ini justru lebih sedikit dibanding mereka yang mendaki puncak tinggi seperti Everest. Hal ini bisa jadi karena daya tarik gunung kecil ini lebih bersifat lokal dan unik daripada sebagai tujuan pendakian besar. 

Fenomena gunung kecil ini memicu banyak perdebatan tentang apa yang seharusnya disebut gunung. Di beberapa negara lain, sebutan gunung bisa jatuh pada bukit setinggi beberapa meter saja jika tercantum dalam peta topografis resmi. Sebagai contoh, di Jepang terdapat Mount Tenp? yang hanya sekitar 4,5 meter tingginya, namun tetap dianggap gunung berdasarkan data resmi setempat. 

Pada akhirnya, Mount Wycheproof memberi kita perspektif baru tentang bagaimana gunung tidak selalu identik dengan ketinggian ekstrem. Keberadaannya mengingatkan bahwa keunikan bentuk alam tetap layak dicatat dan diapresiasi, sekaligus menjadi daya tarik wisata dan edukasi geografi bagi masyarakat lokal maupun pecinta petualangan dunia.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)