Ilustrasi Amnesty International
Amnesty: Penolakan Visa AS Ancam Ribuan Penggemar Hadiri Piala Dunia 2026
Fajar Nugraha • 9 June 2026 07:22
Washington: Amnesty International memperingatkan bahwa ribuan penggemar sepak bola berisiko dikeluarkan dari Piala Dunia FIFA 2026 karena pembatasan perjalanan Amerika Serikat (AS), penolakan visa, dan tindakan penegakan imigrasi.
Dalam pernyataan yang dirilis beberapa hari sebelum turnamen dimulai, kelompok hak asasi manusia tersebut mengatakan banyak pendukung dari seluruh dunia yang telah bertahun-tahun menabung dan merencanakan untuk menghadiri acara tersebut dapat menghadapi hambatan memasuki AS.
“Alih-alih bersorak dari tribun, banyak yang menghadapi larangan perjalanan, penolakan visa, dan ancaman penegakan imigrasi yang agresif dari AS,” kata Amnesty International, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 9 Juni 2026.
Organisasi tersebut berpendapat bahwa beberapa negara peserta terpengaruh oleh pembatasan perjalanan AS dan mengklaim bahwa profil rasial dan penangkapan sewenang-wenang oleh otoritas imigrasi dapat mencegah penggemar untuk melakukan perjalanan ke turnamen tersebut.
Amnesty International mengatakan, kebijakan tersebut berisiko merusak semangat acara yang dimaksudkan untuk menyatukan orang-orang lintas batas.
“Piala Dunia milik kita semua. Tidak ada Piala Dunia tanpa dunia,” kata kelompok tersebut.
Organisasi hak asasi manusia tersebut menyerukan kepada otoritas AS untuk memastikan bahwa pendukung sepak bola, jurnalis, pemain, dan pengunjung lainnya dapat melakukan perjalanan dan menghadiri turnamen tanpa diskriminasi atau rasa takut akan tindakan terkait imigrasi.
Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan sebagian besar pertandingan dijadwalkan berlangsung di AS.