Karhutla Tumbang Nusa di Kalteng Terkendali, Satgas Bangun Kanal 5 Km

Ilustrasi pemadaman karhutla. Foto: Istimewa.

Karhutla Tumbang Nusa di Kalteng Terkendali, Satgas Bangun Kanal 5 Km

Lukman Diah Sari • 26 August 2026 17:30

Palangka Raya: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mulai terkendali setelah ditangani secara intensif. Selama ini, Tumbang Nusa merupakan salah satu wilayah prioritas penanganan karhutla di provinsi tersebut.

"Sebagian besar titik api di wilayah tersebut sudah berhasil diatasi dalam beberapa hari terakhir, meskipun masih ada beberapa titik yang memerlukan penanganan serius," kata Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Irjen Iwan Kurniawan, di Palangka Raya, Rabu, 26 Agustus 2026, melansir Antara.


Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan. ANTARA/HO-Polda Kalteng

Iwan menjelaskan, penanganan karhutla di kawasan tersebut salah satunya dilakukan dengan membangun Kanal Medson sepanjang sekitar lima kilometer. Kanal yang membentang dari Jalan Poros Tengah menuju Sungai Kahayan ini disiapkan guna memudahkan akses air untuk pemadaman.

"Sebagai strategi dan langkah taktis, Satgas Karhutla membangun kanal khusus bernama Kanal Medson. Di sepanjang kanal tersebut juga telah dibuat sekitar 25 embung sebagai cadangan air," urai Iwan.

Guna menjaga ketersediaan air, Polda Kalteng akan menambah embung baru setiap 100 meter dan membangun sumur bor di sejumlah titik rawan. Penanganan darurat ini turut diperkuat dengan penambahan personel serta pengerahan peralatan mesin pompa air untuk mempercepat respons saat titik api meluas.

"Kendala utama saat ini adalah kesulitan air. Debit embung maupun Sungai Kahayan mulai surut sehingga menyulitkan pengambilan air untuk water bombing (pengeboman air dari udara)," keluhnya.

Proses pembasahan (cooling) terus dilakukan pada area rawan meski secara umum karhutla telah terkendali. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, total luasan karhutla di Desa Tumbang Nusa telah mencapai 192,29 hektare, sedangkan di Desa Tanjung Taruna menyentuh angka 98 hektare.

"Kita pastikan situasi sudah dapat dikendalikan dan tim gabungan tetap siaga untuk menuntaskan sisa titik api," pungkas Iwan.

(Lukman Diah Sari)