Inggris mengirim tim tanggap darurat ke Nepal untuk membantu 33 warga negaranya yang terdampak banjir. (Anadolu Agency)
Inggris Kirim Tim Tanggap Darurat ke Area Terdampak Banjir Bandang di Nepal
Willy Haryono • 29 August 2026 18:42
London: Inggris mengirimkan tim tanggap darurat atau Rapid Deployment Team ke Nepal untuk membantu 33 warga negara Inggris yang terdampak banjir dan longsor dahsyat.
Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris (FCDO) mengatakan tim tersebut mulai bekerja di Kathmandu pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Mereka akan memperkuat layanan konsuler sekaligus memberikan bantuan kepada warga Inggris yang tiba maupun meninggalkan bandara.
Dilansir dari India Today, pengerahan tim tersebut menjadi bagian dari respons Inggris terhadap bencana yang hingga Sabtu telah menewaskan lebih dari 600 orang dan menyebabkan lebih dari 2.400 orang masih hilang.
Bencana bermula pada Rabu setelah longsoran es dan batu akibat runtuhnya gletser di dekat perbatasan Nepal-Tiongkok memicu aliran air, lumpur, dan puing-puing ke wilayah Nepal bagian tengah.
Banjir bandang dan longsor kemudian menghantam permukiman, merusak infrastruktur penting, serta menghancurkan sejumlah fasilitas pembangkit listrik tenaga air.
Hampir 2.500 orang, termasuk 163 warga negara asing, telah dievakuasi. Lebih dari 11.000 personel keamanan, termasuk sekitar 5.000 prajurit Angkatan Darat Nepal, dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.
Inggris Siapkan Bantuan £5 Juta
Selain dukungan konsuler, Inggris telah menjanjikan £5 juta bantuan kemanusiaan untuk mendukung upaya tanggap darurat, pemulihan, dan bantuan bagi masyarakat terdampak.Tim tanggap darurat Inggris yang dikirim ke Nepal terdiri atas personel yang memiliki keahlian khusus dalam menangani krisis. Mereka akan membantu koordinasi dengan otoritas setempat, mendukung warga Inggris yang membutuhkan bantuan, serta membantu keluarga yang mencari informasi mengenai kerabat mereka yang hilang.
Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengatakan keselamatan dan kesejahteraan warga Inggris menjadi prioritas pemerintah.
"Situasi di Nepal sangat menyedihkan dan perhatian kami tertuju kepada semua orang yang terdampak," kata Miliband.
Ia mengatakan staf Inggris bekerja sama dengan pemerintah Nepal, petugas tanggap darurat, dan Kedutaan Besar Inggris di Kathmandu untuk memastikan warga yang terdampak memperoleh bantuan dan informasi yang diperlukan.
Keluarga Masih Menunggu Kabar
Sementara itu, keluarga dari 33 warga Inggris yang terdampak bencana masih terus mencari informasi mengenai keberadaan kerabat mereka.Sebagian di antaranya merupakan warga Inggris keturunan India yang mengikuti Kailash Mansarovar Yatra, sebuah perjalanan ziarah yang diselenggarakan oleh South London Sanatan Mandir and Community Centre.
Manajer komunitas tersebut, Sachin Bagla, mengatakan keluarga para peserta terus berdoa untuk keselamatan mereka dan korban lainnya yang masih belum diketahui keberadaannya.
FCDO mengatakan warga Inggris di Nepal yang membutuhkan bantuan konsuler dapat menghubungi Kedutaan Besar Inggris di Kathmandu atau layanan bantuan Inggris.
Pemerintah Inggris menyatakan respons terhadap bencana tersebut akan terus dilakukan melalui kombinasi dukungan konsuler, pengerahan personel khusus, dan bantuan kemanusiaan melalui pemerintah Nepal, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Palang Merah, serta organisasi non-pemerintah.
Baca juga: Update Korban Banjir Nepal-Tiongkok: 633 Orang Tewas, Hampir 3.000 Hilang