Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya saat menghadiri kegiatan satu tahun pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Istimewa
Menteri Ekraf: Layanan Kesehatan Gratis Perkuat Produktivitas Masyarakat dan Pekerja
Al Abrar • 11 February 2026 20:24
Jakarta: Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan peran Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam menjaga produktivitas masyarakat melalui deteksi dini penyakit. Kolaborasi komunitas dinilai memperluas jangkauan layanan kesehatan.
Hal itu disampaikan Teuku Riefky saat menghadiri kegiatan Satu Tahun Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Gojek Ops Office, Kemang Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan merupakan kolaborasi antara komunitas mitra ojek online dan puskesmas setempat.
Teuku Riefky mengatakan, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan minimal setahun sekali, termasuk bagi masyarakat yang merasa sehat. Deteksi dini penting untuk menjaga produktivitas, khususnya bagi pekerja yang mengandalkan kondisi fisik prima seperti nelayan dan pengemudi ojek daring.
“Dengan cek kesehatan rutin, potensi penyakit bisa dideteksi lebih awal sehingga masyarakat tetap produktif dan dapat melindungi keluarga yang bergantung pada mereka,” ujar Teuku Riefky.
Ia menegaskan, CKG merupakan wujud pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar 1945 bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Program ini juga mencerminkan komitmen negara agar tidak ada warga yang tertinggal dalam akses layanan kesehatan.
Sejak diluncurkan pada Senin, 10 Februari 2025, layanan CKG telah dimanfaatkan sekitar 70 juta masyarakat. Pada 2026, pemerintah menargetkan jumlah peserta meningkat menjadi 136 juta orang sebagai bagian dari perluasan cakupan nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya saat menghadiri kegiatan satu tahun pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Istimewa
Akses layanan CKG kini juga semakin mudah. Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kapan saja dengan membawa KTP atau melalui sistem Satu Sehat.
Layanan juga dilakukan dengan pendekatan jemput bola, tidak hanya di puskesmas, tetapi juga di sekolah, pesantren, tempat kerja, komunitas, hingga lingkungan permukiman. Program CKG tidak hanya berhenti pada skrining kesehatan.
Peserta dengan hasil pemeriksaan kategori kuning langsung mendapatkan obat gratis selama 15 hari untuk penyakit dasar seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas. Sementara peserta dengan kategori merah akan dirujuk untuk penanganan lanjutan melalui fasilitas BPJS Kesehatan.
Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan Kementerian Kesehatan, Indah Febrianti, mengatakan pada tahun kedua pelaksanaan CKG terdapat penguatan program melalui pemetaan kebutuhan daerah serta skrining kesehatan jiwa di sekolah-sekolah.
“Kami ingin memastikan layanan ini semakin komprehensif, tepat sasaran, dan memiliki sistem rujukan yang kuat,” kata Indah. Perwakilan mitra ojjek online.
Yohana, mengapresiasi program tersebut karena memudahkan pengemudi mengetahui kondisi kesehatan tanpa mengganggu jam kerja. “Pemeriksaan ini membantu kami lebih sadar kondisi tubuh. Harapannya program ini bisa terus berlanjut,” ujar Yohana.
Menutup kegiatan, Teuku Riefky menegaskan bahwa kesehatan menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia. Masyarakat yang sehat dinilai mampu terus bekerja dan berkarya, termasuk dalam mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif menuju Indonesia Emas 2045.