Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Yusri Nuryanto. Foto: Metrotvnews.com/Zaenal Arifin.
Danpom TNI Sebut Pelanggaran Prajurit Turun pada 2025
Zaenal Arifin • 13 February 2026 18:21
Jakarta: Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Yusri Nuryanto, menyampaikan pelanggaran ketertiban angkatan bersenjata Indonesia mengalami penurunan selama 2025. Hal itu berdasarkan operasi Penegakkan dan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer pada 2024 dan 2025.
"Untuk operasi Gaktib terjadi penurunan sekitar 5 persen dari 500 sekian menjadi 425. Kemudian untuk kegiatan operasi Yustisi ini juga ada penurunan yang cukup signifikan sekitar 40 persen," kata Yusri Nuryanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat, 13 Februari 2026.
Mulai hari ini, Polisi Militer TNI menggelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026. Dan Yusti Nuryanto menegaskan operasi Gaktib dan Yustisi dilakukan untuk menjaga kepatuhan hukum dan profesionalisme prajurit TNI.

Puspom TNI menggelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 di Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim. Foto: Metrotvnews.com/Zaenal Arifin.
Yusri berharap, jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh anggota TNI pada akhir operasi ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya.
"Harapannya ke depan dengan adanya hasil yang sudah kita laksanakan, kita harus tetap berupaya, di mana kita harus lebih banyak belajar terutama pelaku-pelaku tindak pidana yang dilakukan oleh oknum-oknum (anggota) TNI, terutama untuk prajurit Polisi Militer," ujar Yusri.