Wamenlu Havas Arif Havas Oegroseno bertemu dengan Menlu Nigeria, Bianca O. Odumegwu-Ojukwu. Foto: Kemlu RI
Wamenlu Havas Dorong Pencapaian Kemitraan Energi Indonesia di Nigeria dan Angola
Fajar Nugraha • 17 September 2026 07:48
Luanda: Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno melakukan kunjungan kerja ke Nigeria dan Angola pada 7–10 September 2026 untuk mendorong pencapaian program prioritas nasional di sektor ketahanan energi melalui penguatan kemitraan dengan negara-negara tersebut baik di sektor energi maupun sektor-sektor strategis lainnya.
Kunjungan melibatkan jajaran Pertamina untuk memastikan diplomasi energi yang berorientasi pada hasil dan sesuai dengan kebutuhan industri energi dan migas.
Perkuat Kemitraan Energi RI–Nigeria
Di Abuja, Nigeria, Wamenlu Havas bertemu dengan Menlu Nigeria, Bianca O. Odumegwu-Ojukwu dan Menteri Perminyakan, Heineken Lokpobiri, serta jajaran pimpinan Nigerian National Petroleum Corporation (NNPC) dan Nigerian Upstream Petroleum Regulatory Commission (NUPRC).Kedua pihak sambut baik usulan pembentukan Kemitraan Energi Strategis RI–Nigeria yang mencakup suplai langsung minyak mentah, investasi blok migas, dan peningkatan kapasitas.
Nigeria juga menyatakan kesiapan untuk lanjutkan pembahasan pembelian langsung minyak mentah oleh Indonesia serta investasi pada blok-blok migas Nigeria baik pada aset yang telah berproduksi maupun aset eksplorasi melalui Pertamina.
“Indonesia membutuhkan sumber energi yang aman dan terdiversifikasi. Nigeria adalah mitra penting untuk mendukung ketahanan energi Indonesia, sekaligus membuka peluang investasi upstream pada jangka panjang, khususnya bagi Pertamina,” ujar Havas, dikutip dari situs Kemlu.go.id, Kamis 17 September 2026.
NNPC dan Pertamina akan lanjutkan pembahasan teknis melalui pertukaran focal point dan working group, dan juga menawarkan Pertamina untuk dapat berpartisipasi pada pengembangan blok migas di Nigeria.
Kedua pihak juga dorong kerja sama biodiesel dan industri kelapa sawit, termasuk pertukaran pengalaman dan meningkatkan kapasitas melalui pelatihan teknis dan pendidikan.
Dorong Ekspansi Investasi Indonesia di Afrika
Di Lagos, Nigeria, Wamenlu bertemu dengan wakil perusahaan Indonesia dan melihat langsung perkembangan investasi, termasuk di sektor makanan, farmasi, dan produk kesehatan.“Keberhasilan perusahaan Indonesia di Nigeria harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh ke pasar Afrika lainnya,” tegas Havas.
Indonesia juga akan dorong penguatan kerja sama politik dan keamanan antara National Counterterrorism Center (NCTC) Nigeria dan pihak terkait di Indonesia, termasuk melalui peningkatan pertukaran informasi dan kapasitas.
Nigeria turut sampaikan kesiapan jadi tuan rumah Pertemuan ke-2 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) RI–Nigeria, sebagai langkah untuk menghidupkan kembali mekanisme bilateral yang terakhir dilakukan pada 2013.
Perluas Kiprah Pertamina di Angola
Di Luanda, Angola, Wamenlu Havas menjadi salah satu pembicara utama pada Angola Oil & Gas (AOG) Conference dan sampaikan perspektif Indonesia mengenai “Indonesia–Angola Energy Partnership” dalam kerangka kemitraan Selatan-Selatan, sekaligus tegaskan kesiapan Indonesia untuk bangun kerja sama energi yang saling menguntungkan dengan prinsip South-South First.Wamenlu Havas juga telah melakukan pertemuan dengan Menteri Sumber Daya Mineral, Petroleum dan Gas, CEO Sonangol, serta pimpinan National Oil, Gas and Biofuels Agency (ANPG).
Pertamina sampaikan kesiapan untuk perluas kehadiran di Afrika, tidak hanya pembelian crude oil, tetapi juga investasi langsung pada sektor hulu dan hilir migas. Angola sebelumnya telah menawarkan peluang investasi di wilayah deepwater Benguela Basin serta partisipasi dalam pengembangan Kilang Lobito berkapasitas 200 ribu barel per hari.
Indonesia dan Angola juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang kelapa sawit dan biodiesel, termasuk riset, investasi, dan technical assistance. Angola sampaikan ketertarikan untuk pelajari pengalaman Indonesia dalam pengembangan biodiesel berbasis kelapa sawit serta intensifikasi pertanian untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan Angola.
Kedua negara juga dorong percepatan pembentukan Joint Commission for Bilateral Consultation (JCBC) RI–Angola serta finalisasi MoU Kerja Sama Energi RI–Angola.
Afrika sebagai Mitra Indonesia
Kunjungan ke Nigeria dan Angola menunjukkan semakin besarnya peluang kerja sama Indonesia–Afrika, khususnya dalam ketahanan energi, hilirisasi, dan pembangunan kapasitas.Indonesia juga akan mendorong ekspansi perusahaan-perusahaan Indonesia yang telah beroperasi di Nigeria untuk juga masuk ke negara-negara Afrika lainnya, termasuk melalui rencana business roadshow ke Angola pada akhir 2026.
Melalui langkah tersebut, Indonesia terus perkuat kehadirannya di Afrika dengan pendekatan kemitraan yang saling menguntungkan dan konkret, sekaligus membuka peluang baru bagi kepentingan ekonomi nasional.