PM Inggris Keir Starmer. (Anadolu Agency)
Keir Starmer Tegaskan Tidak Akan Mundur dari Jabatan PM Inggris
Willy Haryono • 13 May 2026 06:37
London: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan dirinya tidak berniat mengundurkan diri meski tekanan dari internal Partai Buruh terus meningkat dan sejumlah anggota junior pemerintahannya memilih mundur.
Sehari menjelang pembukaan parlemen yang akan memaparkan program legislasi pemerintah untuk setahun ke depan, Starmer berupaya memperkuat dukungan di dalam kabinetnya.
Masa depan politik Starmer menjadi sorotan setelah Partai Buruh Inggris mengalami kekalahan besar dalam pemilu lokal pekan lalu.
Jika hasil serupa terulang dalam pemilu nasional sebelum 2029, Partai Buruh diperkirakan bisa kehilangan kekuasaan secara telak.
Meski belum ada anggota kabinet senior yang secara terbuka meminta Starmer mundur, spekulasi terus berkembang bahwa Menteri Kesehatan Wes Streeting akan memberi sinyal bahwa masa kepemimpinan Starmer mulai terancam.
Dikutip dari PBS News, Rabu, 13 Mei 2026, Streeting disebut memiliki banyak pendukung di internal Partai Buruh, termasuk sejumlah pejabat yang mengundurkan diri pada Selasa. Situasi ini memicu perbandingan dengan jatuhnya Boris Johnson pada 2022 setelah puluhan menteri mundur secara massal.
Desakan Mundur
Lebih dari 100 anggota parlemen Partai Buruh menandatangani surat yang menyatakan saat ini “bukan waktu untuk kontestasi kepemimpinan.” Namun sekitar 90 anggota parlemen lainnya meminta Starmer mundur atau setidaknya menetapkan jadwal pengunduran dirinya.Meski demikian, jumlah tersebut belum cukup untuk memicu pemilihan pemimpin baru di internal partai.
Sesuai aturan Partai Buruh, sedikitnya seperlima anggota parlemen atau 81 orang harus secara terbuka mendukung satu kandidat penantang agar pemilihan kepemimpinan dapat digelar.
Pada Selasa, beberapa menteri junior yang sebagian besar baru pertama kali terpilih dalam kemenangan besar Partai Buruh pada 2024 mengundurkan diri dan mendesak Starmer melakukan hal serupa.
Miatta Fahnbulleh, Menteri Perumahan dan Pemerintahan Daerah, menjadi pejabat pertama yang mundur dan meminta Starmer “melakukan hal yang benar untuk negara.”
Ia kemudian diikuti Menteri Perlindungan Jess Phillips yang menyebut Starmer sebagai sosok “baik secara fundamental” namun gagal menghadirkan perubahan besar.
“Saya tahu Anda sangat peduli, tetapi tindakan jauh lebih penting daripada kata-kata,” tulis Phillips dalam surat pengunduran dirinya.
Rekam Jejak Partai Buruh
Popularitas Partai Buruh disebut terus menurun meski sebelumnya menang besar dan mengakhiri 14 tahun pemerintahan Partai Konservatif.Sejumlah faktor yang disebut memicu penurunan dukungan meliputi kesalahan kebijakan, lemahnya visi pemerintahan, kondisi ekonomi Inggris yang lesu, hingga kontroversi penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Washington karena kaitannya dengan Jeffrey Epstein.
Dalam rapat kabinet mingguan pada Selasa, Starmer mengakui bertanggung jawab atas kekalahan pemilu lokal, namun menegaskan akan tetap melanjutkan pemerintahannya.
“Negara mengharapkan kami terus menjalankan pemerintahan,” kata Starmer.
Ia juga menyebut gejolak politik dalam 48 jam terakhir telah menimbulkan biaya ekonomi nyata bagi Inggris dan masyarakatnya.
Tekanan tersebut turut tercermin di pasar keuangan, di mana imbal hasil obligasi pemerintah Inggris naik lebih tinggi dibanding negara-negara lain, menandakan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap stabilitas politik Inggris.
Baca juga: PM Inggris Keir Starmer Didesak Mundur 70 Anggota Parlemen usai Partai Buruh Kalah