RSBP Batam Olah Limbah Medis Jadi Paving Block

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait saat menguji kekokohan paving block hasil olahan limbah di RSBP Batam, Kepri (8/4/2026). ANTARA/HO-RSBP Batam

RSBP Batam Olah Limbah Medis Jadi Paving Block

Whisnu Mardiansyah • 9 April 2026 10:09

Batam: Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), berinovasi dalam pengelolaan limbah medis. Rumah sakit mengoperasikan alat Sterilwave, teknologi modern yang mensterilkan limbah medis agar aman dan ramah lingkungan.

Salah satu bentuk pemanfaatan hasil olahan Sterilwave adalah sebagai bahan baku pembuatan paving block. Direktur RSBP Batam, Tanto Budiharto, menyampaikan bahwa inovasi ini tidak hanya berfokus pada aspek keselamatan, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

"Kami berkomitmen menghadirkan pengelolaan limbah medis yang tidak hanya memenuhi standar kesehatan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan," ujar Tanto dalam keterangan resmi yang diterima di Batam seperti dilansir Antara, Kamis, 9 April 2026.

Tanto menjelaskan, melalui sistem tersebut, limbah medis seperti plastik bekas alat kesehatan, jarum suntik, dan material lainnya diproses melalui dua tahapan. Tahap pertama adalah penghancuran (shredding). Tahap kedua adalah sterilisasi menggunakan gelombang mikro.

"Hasil dari proses tersebut menghasilkan material yang telah tidak infeksius dan aman untuk dimanfaatkan kembali. Salah satunya bisa dibuat menjadi paving block. Limbah medis berbahan dasar plastik yang telah disterilkan dicampur dengan material lain untuk menghasilkan paving block yang kuat," katanya.
 


Tanto mengatakan, pihaknya sudah memanfaatkan paving block tersebut di area rumah sakit. "Untuk sekarang sudah kami gunakan, tapi terbatas di area rumah sakit. Rencananya kita akan membuat beberapa penataan lingkungan di taman RSBP Batam," ujarnya, Kamis, 9 April 2026.

Inovasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung konsep ekonomi sirkular. Limbah tidak lagi menjadi beban, melainkan diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.


Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait saat menguji kekokohan paving block hasil olahan limbah di RSBP Batam, Kepri (8/4/2026). ANTARA/HO-RSBP Batam

"Selain mengurangi volume limbah medis yang harus dimusnahkan secara konvensional, metode ini juga berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Limbah medis infeksius tersebut sudah bertransformasi menjadi bahan aman," katanya.

RSBP Batam menjadi salah satu pelopor di wilayah Batam dan Kepulauan Riau dalam penerapan teknologi pengolahan limbah medis terpadu yang terintegrasi dengan pemanfaatan hasil olahannya.

Ke depan, RSBP Batam membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk fasilitas kesehatan lain, instansi pemerintah, maupun sektor swasta, dalam pengelolaan limbah medis yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)