Presiden Prabowo Subianto. Foto- Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Prabowo Pede VKTR Bisa Saingi Hino hingga Daewoo
Husen Miftahudin • 9 April 2026 14:29
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto optimistis perusahaan perakitan kendaraan komersial domestik, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), mampu menyaingi produsen kendaraan komersial dunia seperti Isuzu hingga Hyundai.
Optimisme Presiden terjadi saat ia meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik VKTR Sakti Industries, anak usaha VKTR Teknologi Mobilitas, di Magelang, Jawa Tengah.
"Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino. Kalau Korea punya Hyundai, Daewoo. Saya berharap beberapa tahun lagi kita akan menganggap, melihat, VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia," tegas Prabowo, Kamis, 9 April 2026.
Kepala Negara bangga punya industri otomotif lokal yang mampu memproduksi bus dan truk listrik, meski baru sebatas perakitan. Namun demikian, ia yakin lambat laun VKTR juga mampu memproduksi dan menyaingi nama-nama produsen kendaraan komersial global.
Terlebih VKTR diketahui memiliki kapasitas dan kemampuan produksi kendaraan komersial yang cukup besar. Berdasarkan laporan yang diterima Prabowo, kapasitas produksi kendaraan komersial VKTR mencapai 10 ribu unit dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40 persen.
"Dan dalam waktu dua tahun lagi mungkin akan menuju 60 persen, dua tahun setelah itu akan menuju 80 persen. Ini sesuatu yang sangat membanggakan," ucap Prabowo.
| Baca juga: Prabowo Bangga Indonesia Punya Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Listrik |

(Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik VKTR Sakti Industries di Magelang. Foto: Youtube Setpres)
'Pucuk dicinta ulam pun tiba'
Prabowo menjelaskan, kebanggaannya terhadap VKTR mengingat saat ini dunia tengah menghadapi krisis energi akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat seluruh negara menekan pengeluaran energi dengan menghemat penggunaan bahan bakar berbasis fosil.
Karena itu, upaya VKTR membangun pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik menjadi langkah tepat seiring dengan instruksi pemerintah dalam menekan penggunaan bahan bakar berbasis fosil.
"Jadi inisiatif yang dilaksanakan oleh VKTR ini adalah bersejarah, suatu tonggak yang membanggakan. Ibarat pepatah, pucuk dicinta ulam pun tiba," ungkap Prabowo.
Kepala Negara menekankan, penggunaan transportasi berbasis elektrifikasi merupakan langkah tepat dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara yang mengedepankan energi bersih dan terbarukan. Ini seiring dengan target Indonesia terhadap Net Zero Emission (NZE) atau Nol Emisi Karbon pada 2060 atau lebih cepat.
"Walaupun bagaimana kita harus hemat energi, kita harus menuju energi yang bersih dan terbarukan. Salah satu langkah adalah dengan menggunakan listrik, elektrifikasi. Memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak bahan bakar dari fosil, dari karbon," kata Prabowo.