Kolaborasi Kemenekraf dengan Pemprov DKI, Dorong IP Indonesia Mendunia Lewat Tahilalats Station 2026. Istimewa
Menekraf Apresiasi Pemprov DKI Hadirkan Tahilalats Station sebagai Etalase IP Lokal di Ruang Publik
Al Abrar • 14 January 2026 16:27
Jakarta: Kementerian Ekonomi Kreatif terus memperkuat pengembangan Intellectual Property (IP) asli Indonesia agar semakin ekspansif di ruang publik. Upaya itu diwujudkan melalui peresmian Placemaking Tahilalats Station 2026 di Terowongan Kendal, Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, yang dihadiri Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat.
Peresmian Tahilalats Station 2026 menjadi bagian dari visi besar Kemenkraf untuk mendorong IP lokal agar naik kelas dan tampil dominan di ruang publik.
“Selamat atas diresmikannya Tahilalats Station yang akan terus membangkitkan IP-IP Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan masuk pasar global. Semangat kolaborasi ini didukung Pemprov DKI Jakarta yang mewujudkan Jakarta sebagai kota global dan MRT Jakarta yang konsisten memberi ruang bagi para pegiat ekraf,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky saat memberi sambutan di Transport Hub, Simpang Temu Dukuh Atas, Rabu, 14 Januari 2026.
Riefky menegaskan, pengembangan ruang publik melalui konsep placemaking merupakan strategi penting dalam memperkuat nilai budaya serta ekosistem ekonomi kreatif.
“Kemenkraf bertugas mencari local hero dari IP 17 subsektor ekraf agar masuk pasar nasional. Kami juga telah berkolaborasi dengan Tahilalats, termasuk pada branding livery Garuda Indonesia, yang membuat karakter Tahilalats berkembang pesat,” ujarnya.
Dukungan Pemprov DKI
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan MRT Jakarta mencatat 141.872 pelanggan per hari sepanjang Desember 2025. Pada periode yang sama, Stasiun Dukuh Atas BNI menjadi yang tersibuk dengan hampir 781.000 pelanggan selama sebulan, sehingga layak menjadi simpul konektivitas antarmoda.“Dengan visi Jakarta sebagai kota global, MRT Jakarta menghadirkan Tahilalats Station sebagai hasil kolaborasi kreatif kebanggaan Indonesia. Inisiatif ini merupakan upaya Pemprov DKI menjadikan area transportasi publik sebagai ruang ekspresi dan promosi karya lokal. Semoga membawa manfaat dan semangat baru bagi warga Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan dan berbudaya,” ucap Rano.
Eksposur bagi IP Lokal
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menyebut kolaborasi dengan Tahilalats sejalan dengan strategi menghadirkan ruang publik inovatif dan interaktif. Dengan jumlah pengguna mencapai 46,5 juta penumpang per tahun, MRT diyakini mampu memberikan eksposur masif bagi IP lokal.“Ini kolaborasi kreatif yang sudah lama menguntungkan. Kami sebelumnya juga meluncurkan merchandise store di Stasiun Blok M BCA, yang mendapat respons besar dari turis yang mencari suvenir, termasuk gantungan kunci,” kata Tuhiyat.
Acara tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Direktur Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Muhammad Fauzy, CEO INFIA Corp Aji Pratomo, Kreator Tahilalats Nurfadli Mursiding, serta jajaran direksi dan pejabat MRT Jakarta.