Viral bocah disabilitas di Bandung Barat pemakan rumput dan dedaunan. Metro TV
Viral Anak Disabilitas di Bandung Barat Punya Kebiasaan Makan Rumput dan Dedaunan
Edwan Hadnansyah • 30 April 2026 07:00
Bandung Barat: Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tengah memakan dedaunan atau rumput di sebuah kebun menjadi viral di media sosial. Kondisi tersebut turut mengundang keprihatinan dari publik.
Dalam video berdurasi satu menit tersebut, tampak seorang anak yang sedang memakan dedaunan atau rumput di sebuah kebun. Diketahui lokasi kejadian berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Video itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan menyita perhatian warganet.
Anak dalam video tersebut diketahui bernama Muhammad Rizki, berusia sebelas tahun, warga Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Bocah yang akrab disapa Kiki itu saat ini tinggal bersama ayahnya, Asep Setiawan, serta neneknya.
Menurut sang ayah, Asep Setiawan, Rizki memiliki kebiasaan memakan rumput sejak ia berusia 4 tahun. Selain itu, terungkap pula bahwa Muhammad Rizki merupakan seorang anak dengan kondisi disabilitas intelektual dan tunawicara (tidak dapat berbicara).
Asep mengaku bahwa dirinya sempat melarang kebiasaan yang dilakukan oleh Muhammad Rizki. Namun, larangan tersebut tidak diindahkan dan bahkan membuat Rizki marah.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan secara langsung kepada Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Desa setempat untuk melakukan pendampingan dan penanganan yang lebih intensif terhadap Muhammad Rizki.
"Kami instruksikan langsung kepada Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Kepala Desa untuk melakukan pendampingan serta penanganan intensif," ujar Bupati Jeje Ritchie Ismail di Bandung Barat, Kamis, 30 April 2026.
Selain itu, Jeje juga menjamin keberlangsungan pendidikan Muhammad Rizki. Ia akan memfasilitasi agar Muhammad Rizki dapat menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB).
Jeje menegaskan bahwa kasus anak disabilitas yang viral karena memakan rumput tidak boleh lagi ditangani hanya setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Ia meminta aparat kewilayahan hingga organisasi perangkat daerah agar lebih proaktif dalam mengidentifikasi warga yang membutuhkan perhatian khusus.