Ilustrasi kemarau. Foto: Freepik
El Nino di Gowa Diprediksi Bertahan Hingga Oktober 2026
Silvana Febiari • 2 May 2026 21:25
Gowa: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi fenomena El Nino. Sejumlah langkah antisipasi juga telah dilakukan untuk mengurangi dampaknya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Wahyudin mengatakan hampir seluruh daerah telah merasakan dampak dari perubahan suhu bumi saat ini yang dipengaruhi El Nino, termasuk Kabupaten Gowa yang mengakibatkan kemarau.
"Beberapa dari dampak El Nino ini adalah kekeringan panjang dan cuaca panas yang kadang cukup ekstrem. Kondisi ini diperkirakan terjadi hingga Oktober 2026 mendatang," ujarnya, dilansir dari Antara, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia mengatakan dampak lainnya, seperti kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, gangguan hasil pertanian, dan kesehatan. Sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi sejumlah dampak tersebut, BPBD Gowa akan terus melaksanakan kegiatan kesiapsiagaan, termasuk mengeluarkan kebijakan penetapan status siaga darurat kekeringan jika diperlukan atau jika terjadi kekeringan cukup panjang.
.jpg)
BPBD Gowa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak dari fenomena El Nino di Gowa, Sabtu, 2 Mei 2026. ANTARA/HO-Pemkab Gowa
Selain itu, BPBD Gowa akan melakukan pemantauan atau patroli rutin di wilayah rawan kebakaran hutan melalui koordinasi, menyiapkan air bersih di lokasi yang dianggap masuk wilayah kekeringan ekstrem. Hal ini, katanya, tentunya dilakukan dengan berkoordinasi bersama lintas sektor, seperti PDAM dan pemerintah desa serta kelurahan.
“Baik kepada pemerintah masyarakat dan media, kita terus melakukan kolaborasi menghadapi El Nino ini. Intinya sosialisasi dan kegiatan pencegahan akan terus dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, penguatan koordinasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan, seperti BMKG, Kementerian Kehutanan, dan instansi terkait dalam menyusun kesiapsiagaan menghadapi El Nino. Pemerintah juga menyiapkan anggaran belanja tidak terduga untuk mendukung penanganan cepat.