ParagonCorp Rayakan Hari Kartini 2026 Lewat Talkshow:  Retno Marsudi hingga Nikita Willy Beberkan Rahasia Kekuatan Perempuan

ParagonCorp merayakan Hari Kartini 2026 melalui Talkshow ‘Her Strength, Her Light' (Foto:Metrotvnews.com/Rosa Anggreati)

ParagonCorp Rayakan Hari Kartini 2026 Lewat Talkshow: Retno Marsudi hingga Nikita Willy Beberkan Rahasia Kekuatan Perempuan

Rosa Anggreati • 24 April 2026 12:14

Jakarta: ParagonCorp merayakan semangat Hari Kartini dengan mengundang sejumlah perempuan inspiratif melalui talkshow bertajuk "Her Strength, Her Light” di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta, pada Senin, 20 April 2026.

Terinspirasi dari kisah B.J. Habibie dan Ainun, bahwa kekuatan tidak lahir dari satu suara, melainkan dari perjalanan yang saling menguatkan, sesi ini akan menghadirkan percakapan reflektif bersama para perempuan inspiratif lintas bidang. Mereka adalah Menlu RI 2014-2024 Retno Marsudi, Deputy CEO and Chief R&D Officer of ParagonCorp dr. Sari Chairunnisa, Executive Director of Habibie & Ainun Foundation Nadia Habibie, mantan pebulutangkis yang juga peraih medali emas Olimpiade Susi Susanti, dan Publik figur sekaligus pengusaha Nikita Willy.

Talkshow ini mengedepankan kekuatan perempuan yang lahir dari dukungan, keberanian, dan ketahanan dalam menghadapi keraguan. Setiap orang, tak terkecuali para perempuan inspiratif ini, pernah menghadapi keraguan dalam episode kehidupannya. 
 


Misalnya, dr. Sari Chairunnisa. Ia membagikan pengalamannya mengalami momen ragu.

"Momen ragu pasti ada. Saya punya pikiran perusahaan biasanya dipimpin oleh orang dengan background bisnis. Saya ada ragu dan tidak percaya diri. Kakak saya tumbuh bersama paragon. Saat saya datang, ParagonCorp sudah besar. Pertama kali datang ke pabrik, saya merasa terbebani orang-orang akan berharap tinggi kepada saya. Momen ragu di minggu pertama kerja.  Saya merasa sangat beruntung punya ekosistem di kantor dan keluarga yang suportif, pokoknya 'coba aja dulu.' Saya diberi ruang untuk belajar dan berkembang," kata dr. Sari.


Deputy CEO and Chief R&D Officer of ParagonCorp dr. Sari Chairunnisa (Foto:Metrotvnews.com/Rosa Anggreati)

Keragu-raguan juga pernah dialami oleh Nikita Willy. Artis yang meniti karier sejak usia dini ini bahkan mengaku, sebelum berangkat ke acara talkshow ini, ia sempat ragu.

"Momen ragu itu sering aku alami. Bahkan tadi sebelum berangkat ke sini, aku ragu bisa enggak ya bicara di sini di antara wanita-wanita hebat. Tapi keraguan buat aku bukan jadi penghalang untuk maju. 

Nikita Willy menjadikan keraguan dalam dirinya sebagai bahan bakar untuk berproses meraih kemajuan. Terlebih sisi dirinya yang jujur setiap tampil di depan publik membuatnya menjadi sosok inspiratif.

"Keraguan itu aku jadikan sebuah proses untuk maju. Kejujuran yang aku keluarkan bisa menjadi inspriasi banyak orang. Aku selalu jujur di mata publik. Aku tidak berusaha menjadi sosok lain untuk mendapatkan atensi publik. Karena aku mulai karier dari kecil, aku belum selesai dengan diri sendiri, dan publik tahu itu. Sekarang aku lebih grounded dan mengenal diriku," tutur Nikita Willy.
 

Kekuatan Perempuan Lahir dari Keberanian


Retno Marsudi menegaskan bahwa kekuatan perempuan tidak lahir dari kesempurnaan, melainkan dari keberanian untuk terus melangkah. “Pertanyaan ‘apakah saya sudah cukup’ justru menjadi pemicu untuk maju. Kalau kita kuat, kita bisa menyangga orang lain,” ujarnya.

Retno juga menyoroti stigma klasik yang kerap dialamatkan kepada perempuan terkait pilihan antara karier dan keluarga. Menurutnya, perempuan berhak memilih keduanya. “Saya memilih karier dan keluarga, karena kita mencintai keduanya,” ucapnya tegas.
 
Sementara itu, Susi Susanti membagikan perjuangannya menembus dominasi laki-laki di dunia olahraga. Ia mengakui, pada awal kariernya, kesempatan lebih banyak diberikan kepada atlet pria. Namun, tekad dan mimpi besar membawanya menjadi atlet putri pertama Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade.

“Dengan kemauan kuat dan keyakinan bahwa kita bisa, itu menjadi energi untuk memberikan yang terbaik,” kata Susi Susanti.

Nadia Habibie menambahkan, kekuatan perempuan juga dibentuk dari proses panjang yang tidak instan. Cucu dari Presiden ke-3 RI BJ Habibie ini menekankan pentingnya belajar dari langkah kecil dan berani mencoba.

“Just do it. Jalani saja dulu. Jangan terlalu banyak overthinking. Jalani saja dulu, karena feedback terbaik ada di kehidupan nyata,” ucap Nadia.

Acara ini juga menjadi bagian dari kick-off Women’s Space by ParagonCorp 2026, sebuah ruang aman bagi perempuan untuk bertumbuh, belajar, dan saling menguatkan dalam perjalanan kepemimpinan dan kontribusi sosial.

Melalui diskusi ini, satu pesan kuat mengemuka: perempuan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memimpin dengan empati, ketegasan, dan keberanian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)