Presiden Prabowo Subianto. Foto: Metro TV.
Keberhasilan Kabinet Dinilai Mencerminkan Kepemimpinan Presiden
M Sholahadhin Azhar • 7 January 2026 22:14
Jakarta: Keberhasilan Kabinet Merah Putih, dinilai mencerminkan kepemimpinan Presiden Prabowo. Hal tersebut dinilai tergambar dalam keberhasilan program demi program.
“Saya melihat arahan Presiden itu benar-benar dijalankan. Menteri diberi ruang untuk bekerja, mengambil inisiatif, dan mengeksekusi kebijakan secara nyata," kata Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Januari 2026.
Abdul Rahman menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto pada pembukaan retret kabinet di Hambalang, Bogor, Selasa, 6 Januari 2025. Presiden menekankan pentingnya menteri bekerja penuh inisiatif, memahami strategi besar, dan berani mengeksekusi kebijakan di lapangan.
Menurut Abdul Rahman, praktik dari pidato Presiden tersebut tercermin dalam kepemimpinan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM. "Itu yang saya lihat dilakukan oleh Bahlil di sektor energi,” kata Abdul Rahman.
Ia menilai keberhasilan sejumlah kebijakan strategis di sektor energi dan fiskal mencerminkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tidak kaku dan tidak sentralistis.
Presiden, kata Abdul Rahman, menetapkan arah besar kebijakan nasional, lalu memberi kepercayaan kepada menteri-menterinya untuk mengeksekusi kebijakan secara kreatif, profesional, dan bertanggung jawab.
“Pola kepemimpinan ini mulai menunjukkan hasil konkret di berbagai sektor strategis pemerintahan,” jelasnya.
Abdul Rahman menegaskan bahwa capaian Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tidak terlepas dari sinergi antarkementerian yang berjalan searah dengan arahan langsung Presiden Prabowo kepada seluruh jajaran kabinet.
Presiden Prabowo secara khusus meminta agar sektor energi diarahkan untuk memperkuat kedaulatan dan kemandirian bangsa sebagai fondasi pembangunan nasional.
Arahan tersebut diterjemahkan oleh Bahlil melalui peningkatan lifting migas, percepatan hilirisasi mineral, pengurangan ketergantungan impor energi, serta percepatan pemerataan akses listrik nasional.
Ia menambahkan, peningkatan rasio elektrifikasi juga menjadi indikator penting keberhasilan kebijakan energi saat ini, terutama dalam memastikan kehadiran negara hingga ke wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal.
“Listrik bukan sekadar soal energi, tapi soal keadilan pembangunan. Ketika rasio elektrifikasi meningkat, itu berarti negara hadir lebih merata,” ujarnya.
Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi. Foto: IstimewaMenurut Abdul Rahman, langkah-langkah tersebut tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga sangat strategis bagi ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menjelaskan, ketika impor energi ditekan, produksi dalam negeri diperkuat, dan layanan listrik diperluas, beban subsidi menjadi lebih terkendali dan ruang fiskal negara semakin luas.
“Ini kebijakan energi yang dampaknya langsung terasa pada stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dalam konteks itu, Abdul Rahman juga menilai kebijakan fiskal yang dijalankan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil menciptakan transisi ekonomi yang lebih terkendali dan melengkapi kebijakan energi yang progresif.
Menurutnya, Purbaya mampu menjaga stabilitas keuangan negara, memastikan kesinambungan fiskal, sekaligus memberikan dukungan pada sektor riil tanpa menimbulkan gejolak.
“Koordinasi fiskal dan energi sangat penting. Kebijakan energi yang progresif harus ditopang kebijakan fiskal yang hati-hati agar transisinya berjalan mulus,” katanya.
Ia menilai sinergi tersebut menunjukkan orkestrasi kabinet yang solid di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sehingga program-program strategis nasional dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Ini bukan kerja satu orang, melainkan kerja bersama dalam satu komando. Energi yang berdaulat memberi ruang fiskal, ruang fiskal memperkuat kesejahteraan, dan semuanya berjalan dalam kepemimpinan yang jelas,” ujarnya.