Wamen LH Perkuat Komitmen Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, saat kegiatan 'Deklarasi Jakarta Utara 100% Pilah Sampah' di fasilitas RDF Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Dokumentasi/ istimewa.

Wamen LH Perkuat Komitmen Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Deny Irwanto • 19 April 2026 11:37

Jakarta: Upaya membangun kesadaran lingkungan berbasis masyarakat terus diperkuat melalui gerakan pemilahan sampah dari sumber. Salah satunya terlihat dalam kegiatan 'Deklarasi Jakarta Utara 100% Pilah Sampah' di fasilitas RDF Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari hulu sebagai kunci keberhasilan pengelolaan sampah nasional.

"Kami mendorong beberapa upaya untuk meningkatkan target pengelolaan sampah, salah satunya pemilahan dari hulu, tanpa pemilahan, pengelolaan sampah tidak bisa selesai dengan baik. Selain itu, kita juga akan menutup praktik open dumping akhir Juli, jadi di bulan Agustus 472 TPA yang ada akan diselesaikan," kata Wamen Diaz di lokasi, Sabtu, 18 April 2026.

Program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan capaian pengelolaan sampah nasional sekaligus mengakhiri praktik open dumping. Dengan perubahan tersebut, pemerintah optimistis target pengelolaan sampah dapat meningkat signifikan.

"Program pemilahan ini sudah sesuai dengan arahan Presiden yang memiliki target sampah terkelola 100% di tahun 2029, dengan diselesaikan praktik open dumping, kami bisa angkat persentase pengelolaan sampah saat ini di 26% menjadi 57,7%," jelas Wamen Diaz.

Dalam suasana yang hangat dan partisipatif, warga Kelurahan Rorotan turut menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program pemilahan sampah. Kehadiran bank sampah dan penggunaan wadah pemilah di tingkat rumah tangga menjadi bukti nyata perubahan perilaku masyarakat.


Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, saat kegiatan 'Deklarasi Jakarta Utara 100% Pilah Sampah' di fasilitas RDF Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Dokumentasi/ istimewa.

"Saya apresiasi karena disini sudah ada bank sampah dan ada juga pemilahan menggunakan ember, sehingga yang nanti masuk ke TPA dan RDF hanya residu atau yang low-value, nanti ini juga bikin transportasi yang bawa sampahnya enggak bau," jelasnya.

Rorotan pun diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain dalam mengimplementasikan sistem pemilahan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

"Semoga dari Rorotan, bisa jadi percontohan untuk 30 kelurahan lainnya yang ada di Jakarta Utara, agar semua bisa memilah sampah dengan baik," ungkap Wamen Diaz.

Sebagai bentuk dukungan konkret, KLH/BPLH sebelumnya telah menyalurkan berbagai sarana pendukung kepada masyarakat, seperti 400 unit drop point, 12.000 ember pemilah sampah, serta 650 unit lodong sisa dapur (Losida).


Kegiatan 'Deklarasi Jakarta Utara 100% Pilah Sampah' di fasilitas RDF Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Dokumentasi/ istimewa.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan pusat, di antaranya Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI Jakarta Afan Adriansyah, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan, serta jajaran pejabat KLH/BPLH.

Melalui gerakan ini, pemilahan sampah tidak lagi sekadar program, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup baru masyarakat perkotaan yang lebih peduli terhadap lingkungan. Upaya kecil dari rumah diharapkan mampu memberi dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)