Menteri Agama Nasaruddin Umar da?am acara Halalbihalal Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) yang dirangkai dengan Refleksi Hari Lahir (Harlah) ke-66 PMII, Minggu, 19 April 2026. Dok. Istimewa
Alumni PMII Disebut Punya Peran Strategis dalam Menjawab Tantangan Bangsa
Achmad Zulfikar Fazli • 20 April 2026 04:02
Jakarta: Sejumlah tokoh nasional menyampaikan pandangan strategis tentang masa depan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta kontribusinya bagi Indonesia. PMII telah melahirkan banyak tokoh strategis di berbagai sektor, mulai dari politik, birokrasi, hingga akademisi.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengatakan kekuatan PMII harus dikelola secara serius untuk menjawab tantangan bangsa, terutama dalam isu pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial.
Cak Imin, sapaan akrabnya, juga mengingatkan pentingnya menjaga orientasi pengabdian dalam setiap posisi yang diemban kader PMII. Jabatan, kata dia, bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“PMII harus terus naik kelas, tidak hanya kuat secara jaringan, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret bagi persoalan rakyat,” kata Cak Imin da?am acara Halalbihalal Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) yang dirangkai dengan Refleksi Hari Lahir (Harlah) ke-66 PMII, Minggu, 19 April 2026.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti peran strategis Islam Indonesia di kancah global. Dia menilai karakter moderat yang dimiliki umat Islam Indonesia menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Menurut Nasaruddin, alumni PMII memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nilai-nilai keislaman yang inklusif sekaligus memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, pemikiran, dan sosial keagamaan.
“Indonesia memiliki posisi penting dalam peradaban global. Nilai-nilai Islam yang moderat harus terus dijaga dan disebarkan, dan alumni PMII punya peran besar di dalamnya,” ujar dia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dok. Istimewa
Baca Juga:
Fadli Zon: Kebudayaan Jadi Kunci Atasi Dinamika Global |
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, menekankan pentingnya konsolidasi kekuatan organisasi dalam menjawab tantangan masa depan, terutama terkait isu strategis seperti akses terhadap sumber daya dan keadilan agraria.
Nusron menggarisbawahi organisasi seperti PMII harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. Dia mendorong alumni untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor agar mampu menghadirkan dampak yang lebih luas.
“Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya kekuatan individu, tetapi kekuatan kolektif yang terorganisir dengan baik. PMII harus menjadi bagian dari solusi bangsa,” kata dia.
Dalam laporannya, Ketua Panitia, Basnang Said, menyampaikan agenda ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang memperkuat jejaring alumni sekaligus mempertegas arah gerakan ke depan.
Dia menyampaikan rangkaian kegiatan sebelumnya, terutama selama Ramadan, telah menunjukkan alumni PMII terus bergerak dan memberi dampak nyata di tengah masyarakat.
“Halalbihalal ini menjadi momentum untuk menyambung kembali silaturahmi, merawat solidaritas, sekaligus memperkuat kontribusi nyata alumni PMII bagi umat dan bangsa,” ujar dia.