Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie. Foto: Tangkapan layar siaran YouTube Setpres.
Kadin: Dunia Usaha Masuki Era "Perang Global", Kolaborasi Jadi Kunci Jaga Ketahanan Ekonomi
Husen Miftahudin • 31 July 2026 15:33
Jakarta: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai dunia usaha telah memasuki fase persaingan global yang semakin ketat. Dalam situasi tersebut, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Anindya mengatakan ketahanan energi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam memperkuat ketahanan nasional, sebagaimana menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.
"Kita telah memasuki peperangan dunia usaha secara global. Kami menyadari, Bapak Presiden menyampaikan ketahanan energi itu penting, ketahanan pangan itu penting, dan ketahanan ekonomi adalah bagian tidak terpisahkan dari ketahanan nasional," ujar Anindya dalam Pertemuan Presiden RI dengan Pengusaha Kadin Pusat dan Daerah Seluruh Indonesia di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.
Menurut dia, Kadin telah menyiapkan diri menghadapi tantangan tersebut sejak tahun lalu dengan mengedepankan sikap optimistis dan mencari berbagai solusi. Pasalnya, hampir seluruh negara saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang serupa.
Meski demikian, Anindya menilai posisi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mampu terjaga sekitar lima persen selama dua dekade terakhir serta tingkat inflasi yang masih terkendali.
Ia mengakui kondisi ekonomi global saat ini tidak mudah. Namun, situasi tersebut telah menjadi new normal yang harus dihadapi bersama oleh pemerintah dan dunia usaha.

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Kemitraan daerah dorong pertumbuhan ekonomi
Anindya mengatakan Kadin aktif mengunjungi berbagai daerah untuk melihat langsung sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Dari hasil kunjungan tersebut, ia melihat korelasi positif antara eratnya kemitraan dengan laju pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut dia, sejumlah wilayah seperti Maluku Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat menunjukkan pertumbuhan yang kuat ketika kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kadin berjalan baik.
Menariknya, pertumbuhan tersebut tidak hanya ditopang oleh belanja pemerintah melalui APBN maupun APBD, tetapi juga lahir dari kreativitas dan inisiatif pelaku usaha di daerah.
Sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus wadah dunia usaha, jelas Anindya, Kadin ingin berkontribusi lebih dalam memperkuat sektor-sektor konsumsi masyarakat, investasi swasta, serta ekspor.
"Melihat data BPS (Badan Pusat Statistik), hampir 92 persen ekonomi di PDB itu datang dari konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor. Sehingga Kadin merasa terpanggil untuk berkontribusi di 92 persen ekonomi kita. Dan ini termasuk tentunya UMKM, koperasi, BUMN, BUMD, perusahaan besar, baik pusat maupun daerah," ucap Anindya.