Komitmen Green Toll Road, Jasa Marga Tanam Pohon Serentak

Penanaman pohon pada Hari Lingkungan Hidup oleh Jasa Marga. (Istimewa)

Komitmen Green Toll Road, Jasa Marga Tanam Pohon Serentak

Lukman Diah Sari • 25 June 2026 15:59

Pasuruan: PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama seluruh anak usahanya menggelar penanaman pohon serentak di seluruh wilayah operasional sepanjang Juni 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Seremoni penanaman pohon dipusatkan di Travoy Rest KM 792A Jalan Tol Gempol–Pasuruan, Jawa Timur, Rabu, 24 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Human Capital dan Transformasi Yoga Tri Anggoro, Corporate Secretary & Chief Administration Officer, Group Head, serta jajaran direksi anak perusahaan Jasa Marga Group. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia dimanfaatkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur jalan tol berkelanjutan melalui pengembangan Green Toll Road, program Green Corridor, serta transformasi kawasan rest area sebagai bagian dari ekosistem hijau Jasa Marga Group.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan diwujudkan melalui berbagai inisiatif, mulai dari pengembangan Green Toll Road, pengelolaan rest area yang lebih ramah lingkungan hingga program penanaman pohon secara rutin.

“Menanam pohon adalah bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya Jasa Marga dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan para pemangku kepentingan terkait secara sustainable," ujar Rivan, dalam keterangan resmi diterima pada Kamis, 25 Juni 2026.

Dalam program di Travoy Rest KM 792A, Jasa Marga menanam 200 pohon pule. Jenis pohon tersebut dipilih karena memiliki kemampuan menyerap karbon dan menghasilkan oksigen dengan baik, menghasilkan guguran daun yang relatif minim sehingga mudah dipelihara, serta memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam.

"Program penghijauan yang dilakukan memiliki manfaat yang terukur di antaranya menghasilkan manfaat ekologis berupa peningkatan kualitas udara, penambahan ruang terbuka hijau, peningkatan daya resap air, serta mampu memberikan pengukuran dampak lingkungan yang lebih akurat sebagai bukti nyata dari implementasi ESG Perseroan," ujar Rivan.
Monitoring Digital Jejak Karbon

Pada 2026, Jasa Marga mulai menghadirkan sistem monitoring digital yang mampu mengukur jejak karbon, memantau pertumbuhan pohon secara berkala, serta menghitung potensi penyerapan karbon (carbon offset). Sistem tersebut menjadi fondasi pengembangan Green Corridor, yakni koridor hijau yang akan diterapkan secara bertahap di seluruh lokasi penanaman pohon Jasa Marga Group.

Program penghijauan juga terus menunjukkan tren positif. Jasa Marga mencatat telah menanam 14.267 pohon pada 2023, meningkat menjadi 50.762 pohon pada 2024, dan sebanyak 31.130 pohon pada 2025. Perseroan menargetkan jumlah tersebut terus bertambah setiap tahun, baik di sepanjang ruas tol maupun kawasan rest area.

Travoy Rest Bertransformasi

Selain memperkuat koridor hijau, Jasa Marga juga terus mentransformasi kawasan rest area menjadi ruang publik yang modern, nyaman, dan bernilai ekonomi.

"Selain memperkuat koridor hijau di sepanjang jalan tol, Jasa Marga juga terus mentransformasikan kawasan rest area menjadi ruang publik yang lebih modern, nyaman, dan bernilai ekonomi. Revitalisasi Travoy Rest mengintegrasikan aspek pelayanan, pemberdayaan UMKM hingga keberlanjutan lingkungan. Revitalisasi tersebut juga merupakan bagian dari pengembangan Green Toll Road yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jalan tol, namun sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," ujar Rivan.

Revitalisasi Travoy Rest meliputi penataan fasad tenant UMKM, pembaruan signage dan lanskap kawasan, peningkatan kualitas fasilitas umum seperti toilet dan area duduk, serta penguatan kompetensi petugas layanan. Kawasan tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain area ritel, area parkir yang lebih tertata, SPBU, SPKLU, ATM Center, klinik kesehatan, ruang terbuka hijau, tempat ibadah, restoran, hingga saung terbuka yang dilengkapi fasilitas toilet bersih.

Transformasi Travoy Rest menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mengoptimalkan aset melalui pengembangan kawasan berbasis pengalaman pelanggan sekaligus meningkatkan pendapatan usaha. Pada 2025, pendapatan usaha lain dari bisnis rest area mencapai Rp783,2 miliar atau tumbuh 21,7 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp643,6 miliar.

Seluruh inisiatif tersebut juga sejalan dengan misi Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat. Jasa Marga menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan aset produktif yang mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkesinambungan dengan tetap mengutamakan kebutuhan pelanggan.

(Lukman Diah Sari)