Keberlanjutan Dinilai Harus Menjadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Sesi diskusi yang mengangkat tema Embedding Sustainability into Business Performance. Foto: Dok istimewa

Keberlanjutan Dinilai Harus Menjadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Eko Nordiansyah • 25 June 2026 13:59

Tangerang: Di tengah meningkatnya tuntutan regulator, investor, dan masyarakat terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, perusahaan dituntut untuk melihat keberlanjutan dari perspektif yang berbeda. Bukan sebagai biaya tambahan atau kewajiban pelaporan, tetapi peningkatan daya saing dan menciptakan nilai jangka panjang.

Managing Partner SW Sustainability Center Febryanti Simon menyoroti pentingnya menghubungkan agenda keberlanjutan dengan tujuan bisnis dan kinerja keuangan perusahaan. Menurut dia, banyak organisasi masih memandang keberlanjutan sebagai pusat biaya (cost center).

Padahal, ia mengatakan, ketika inisiatif keberlanjutan mampu menurunkan biaya operasional, mengurangi risiko bisnis, meningkatkan akses terhadap pendanaan, maupun memperkuat kepercayaan investor, maka keberlanjutan telah bertransformasi menjadi sumber penciptaan nilai.

"Pertanyaannya bukan lagi apakah keberlanjutan menciptakan nilai, tetapi apakah perusahaan mampu mengukur dan menunjukkan nilai tersebut kepada para pemangku kepentingan. Di sinilah peran fungsi keuangan menjadi sangat penting," ujar Febryanti dalam Asia-Pacific Sustainable Business Summit 2026, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.



(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Mengintegrasikan keberlanjutan dengan investasi dan strategi bisnis

Menurut Febryanti, keberhasilan perusahaan tidak akan ditentukan oleh banyaknya komitmen atau target keberlanjutan yang diumumkan, melainkan oleh keberanian perusahaan mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam keputusan investasi dan strategi bisnis.

"Banyak perusahaan sudah memiliki kebijakan dan target keberlanjutan. Namun yang membedakan para pemimpin pasar dengan perusahaan lainnya adalah apakah faktor keberlanjutan benar-benar memengaruhi keputusan investasi, inovasi, dan pengalokasian sumber daya perusahaan," jelas dia.

Lebih lanjut, ia menegaskan alokasi modal akan menjadi indikator paling nyata untuk menilai keseriusan perusahaan dalam menjalankan transformasi keberlanjutan.

"Jika keberlanjutan telah menjadi bagian dari pertimbangan investasi dan pengambilan keputusan strategis, maka keberlanjutan tidak lagi menjadi program tambahan, melainkan bagian dari DNA perusahaan," kata dia.

Forum ini juga menegaskan bahwa masa depan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan, tetapi juga oleh kemampuannya membangun ketahanan, mengelola risiko, dan menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

Melalui partisipasi dalam forum Internasional seperti ini, SW Sustainability Center terus berkomitmen mendukung organisasi dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam strategi, tata kelola, manajemen risiko, serta pelaporan perusahaan sehingga mampu menghasilkan kinerja bisnis yang berkelanjutan dan bernilai jangka panjang.

(Eko Nordiansyah)