Info Cuaca BMKG 30 Juni: 4 Wilayah Berstatus Siaga Hujan Lebat

Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.

Info Cuaca BMKG 30 Juni: 4 Wilayah Berstatus Siaga Hujan Lebat

Fachri Audhia Hafiez • 30 June 2026 00:40

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa, 30 Juni 2026. Meski musim kemarau mulai meluas secara bertahap di berbagai zona musim, aktivitas dinamika atmosfer regional yang kuat memicu pertumbuhan awan konvektif yang signifikan di beberapa daerah, bahkan menempatkan empat provinsi dalam status siaga.

“Untuk periode 30 Juni hingga 2 Juli 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat dengan kategori status Siaga di Bengkulu, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat Daya,” tulis keterangan resmi BMKG yang dikutip di Jakarta, Senin malam, 29 Juni 2026.
 


BMKG memaparkan, selain empat wilayah berstatus siaga tersebut, potensi hujan dengan intensitas sedang juga mengintai sebagian besar wilayah Indonesia lainnya pada 30 Juni. Wilayah-wilayah itu meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Kondisi anomali cuaca di tengah periode awal musim kemarau ini dipicu oleh aktifnya beberapa fenomena atmosfer sekaligus. Pergerakan Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuator, serta dinamika Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau terkonsentrasi di sejumlah perairan Indonesia, yang diperkuat dengan terbentuknya sirkulasi siklonik di barat Sumatra Barat, Selat Makassar, dan utara Papua.


Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.

Kombinasi fenomena tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi (pertemuan angin) yang meningkatkan labilitas atmosfer lokal secara masif. Berdasarkan pemetaan BMKG, potensi guyuran hujan intensitas tinggi berpeluang besar disertai oleh kilat, petir, serta angin kencang berdurasi singkat.

Masyarakat yang berada di wilayah potensi hujan lebat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi basah basahan seperti genangan air, banjir luapan, tanah longsor, hingga penurunan jarak pandang bagi pengguna jalan. Sebaliknya, bagi masyarakat di kawasan yang sudah kering, BMKG menyarankan untuk tetap menjaga hidrasi tubuh karena suhu maksimum siang hari terpantau masih cukup menyengat berkisar antara 35 hingga 36,1 derajat Celsius.

(Fachri Audhia Hafiez)