Nutrisi Anak Jadi Bagian Pengeluaran Keluarga

Ilustrasi. Foto: Magnific.

Nutrisi Anak Jadi Bagian Pengeluaran Keluarga

Ade Hapsari Lestarini • 27 August 2026 23:05

Jakarta: Kebutuhan nutrisi anak menjadi salah satu pertimbangan dalam pengeluaran rumah tangga. Selain memastikan kecukupan asupan, orang tua juga mempertimbangkan harga, kualitas, akses terhadap produk, serta kesesuaian dengan kebutuhan anak.

Kondisi tersebut mendorong pelaku industri untuk tidak hanya menyediakan produk nutrisi, tetapi juga memperluas akses dan edukasi bagi keluarga. Salah satunya melalui kolaborasi PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) dengan Raja Susu yang menggelar kegiatan edukasi nutrisi dan aktivitas keluarga di 17 titik wilayah Jabodetabek.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati 72 tahun perjalanan Sarihusada di Indonesia. Edukasi nutrisi menjadi salah satu bagian dari kegiatan yang menyasar orang tua dan anak.

General Secretary Director Danone Indonesia Agung Laksamana mengatakan perubahan kebutuhan gizi masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendorong industri untuk terus beradaptasi.

"Sejak didirikan pada 1954, tujuan kami tetap sama: meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. Selama lebih dari tujuh dekade, kami telah membantu menutrisi lebih dari 75 juta anak," ujar Agung, dalam keterangan tertulis, Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan nutrisi anak tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan produk, tetapi juga pengetahuan orang tua dalam menentukan asupan yang sesuai bagi anak.

"Ketika para ibu semakin berdaya dan percaya diri dalam mengambil keputusan nutrisi terbaik di rumah, mereka turut membangun fondasi bangsa yang siap menghadapi masa depan," tambah dia.


 

 

Akses produk jadi pertimbangan


Pemenuhan kebutuhan nutrisi juga berkaitan dengan kemudahan masyarakat memperoleh produk yang dibutuhkan. Jaringan distribusi menjadi salah satu faktor yang dapat mendekatkan produk nutrisi dengan konsumen.

Owner Raja Susu Yohanes David Setiawan mengatakan pihaknya berupaya memberikan akses terhadap produk nutrisi sekaligus informasi bagi keluarga. Saat ini, Raja Susu telah memiliki lebih dari 174 cabang.

"Di Raja Susu, kami percaya setiap orang tua berhak mendapatkan akses yang mudah terhadap produk nutrisi berkualitas, informasi yang terpercaya, serta pengalaman berbelanja yang membantu mereka memberikan yang terbaik bagi keluarga," ujar Yohanes.

Menurut dia, jaringan ritel tersebut mencakup kebutuhan nutrisi keluarga pada berbagai tahapan, mulai dari masa kehamilan, menyusui, hingga masa pertumbuhan anak.

Kolaborasi antara produsen dan peritel tersebut juga diwujudkan melalui kegiatan edukasi nutrisi di 17 titik Jabodetabek. Kegiatan mencakup edukasi bersama tenaga kesehatan, permainan edukatif untuk ibu dan anak, serta aktivitas minum susu bersama.

Dokter Spesialis Anak, Ria Yoanita, mengatakan kecukupan nutrisi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Salah satu persoalan yang perlu diperhatikan orang tua adalah kekurangan zat besi yang dapat memicu anemia defisiensi besi.

"Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak. Kecukupan zat besi sangat memengaruhi aktivitas, kemampuan belajar, dan perkembangan anak sesuai usianya," jelas dr. Ria.

Ia menyarankan orang tua menerapkan pola makan seimbang dengan mengonsumsi sumber protein seperti daging merah, ikan, dan telur serta sayuran hijau. Orang tua juga disarankan lebih cermat membaca label nutrisi pada kemasan untuk memastikan kandungan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Dari sisi ekonomi keluarga, keputusan memenuhi kebutuhan nutrisi anak pada akhirnya menjadi bagian dari pengelolaan anggaran rumah tangga. Karena itu, faktor harga, kandungan nutrisi, aksesibilitas, dan kebutuhan anak menjadi sejumlah pertimbangan sebelum orang tua menentukan pilihan.

Melalui kegiatan edukasi dan perluasan akses tersebut, pelaku industri melihat pemahaman konsumen menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi keluarga. Edukasi diharapkan membantu orang tua mengambil keputusan konsumsi yang sesuai dengan kebutuhan anak sekaligus kemampuan rumah tangga.

(Ade Hapsari Lestarini)