Ibadah haji. Foto: Metro TV/Misbahol
OKI Kecam Serangan Drone Houthi di Wilayah Makkah dan Madinah
Riza Aslam Khaeron • 16 September 2026 10:21
Jeddah: Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam serangan yang dilakukan kelompok Houthi Yaman terhadap Kota Makkah dan wilayah Madinah. Pernyataan ini disampaikan Sekretariat Jenderal OKI pada Rabu, 16 September 2026.
Melalui pernyataan resmi yang dibagikan di platform X, badan tersebut mengutuk serangan tersebut serta agresi yang terus berlanjut terhadap Arab Saudi."Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam serangan keji yang dilakukan kelompok Houthi terhadap Kota Makkah dan wilayah Madinah, serta agresi yang terus berlanjut terhadap Kerajaan Arab Saudi," demikian bunyi pernyataan tersebut.
OKI menegaskan bahwa serangan semacam itu menimbulkan ketakutan di kalangan warga sipil, melanggar kesucian tempat ibadah, dan memprovokasi umat Islam di seluruh dunia. Sekretariat Jenderal menyatakan bahwa tindakan terhadap situs suci, tempat ibadah, dan fasilitas sipil merupakan tindakan terorisme yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam serta norma, prinsip, dan hukum internasional.
Selain itu, OKI menilai setiap bentuk pelanggaran terhadap situs suci sebagai "pelanggaran yang tidak dapat diterima dan tidak dapat ditoleransi, sehingga memerlukan tindakan jera terhadap pelaku serta menutup ruang bagi pihak mana pun yang berani mengusik tempat-tempat tersebut."
OKI pun menyatakan solidaritas penuh dengan Arab Saudi dan mendukung langkah-langkah Riyadh dalam mencegah agresi, menjaga kedaulatan negara, serta melindungi kawasan suci.
Drone Dicegat di Dekat Makkah
.jpg)
Tentara Houthi mengangkat senjata selama parade di Sana'a, Yaman, 2 Desember 2023. (EFE/EPA/YAHYA ARHAB)
Pernyataan OKI disampaikan setelah koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone milik Houthi di dekat Makkah pada Selasa, 15 September 2026.
Juru bicara koalisi, Turki al-Malki, menjelaskan bahwa drone tersebut dicegat pada pukul 18.50 waktu setempat sebelum memasuki ruang udara terbatas, dan serpihannya jatuh di wilayah selatan Makkah. Al-Malki menyebut insiden ini sebagai upaya kedua kelompok Houthi yang mengincar Makkah, setelah serangan rudal balistik pada 27 Juli 2017.
Sementara itu, pihak Houthi membantah tuduhan menargetkan situs-situs suci umat Islam. Dalam keterangannya kepada kantor berita SABA Yaman pada Selasa, 15 September 2026, sumber militer Houthi menolak klaim bahwa pasukannya mengancam Kota Makkah.
"Kami secara tegas membantah adanya ancaman dari Yaman yang ditujukan ke Kota Makkah atau situs suci lainnya," ujar sumber tersebut, seraya menyebut tuduhan itu sebagai bentuk misinformasi.
Peristiwa ini menandai eskalasi baru dalam konflik yang telah berlangsung sejak 2015, ketika Arab Saudi memimpin koalisi militer di Yaman setelah Houthi menguasai Sanaa dan menggulingkan pemerintahan yang diakui secara internasional.
Gencatan senjata yang dimediasi PBB pada April 2022 sempat menekan intensitas pertempuran, tetapi ketegangan kembali meningkat sejak Houthi mengumumkan blokade pelayaran terhadap Arab Saudi pada Juli lalu dan menguasai jalur strategis di garis pantai Bab al-Mandeb.
Sejak awal September, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran meluncurkan sejumlah rudal dan drone ke berbagai sasaran di wilayah Arab Saudi.
Pemerintah di Riyadh menuduh Houthi mengincar kawasan pemukiman dan fasilitas ekonomi. Koalisi pimpinan Saudi menegaskan akan memberikan balasan tegas atas serangan yang melukai 13 orang di kota Khamis Mushait, Abha, dan Taif pada Selasa, 15 September 2026.
Makkah Kota Suci Umat Muslim
Makkah merupakan pusat spiritual umat Islam yang menampung Kakbah sebagai kiblat ibadah harian sekitar dua miliar Muslim di seluruh dunia. Pada akhir Mei lalu, Arab Saudi menerima sekitar 1,7 juta jamaah untuk pelaksanaan ibadah Haji di tengah situasi keamanan regional yang dinamis.
Selain Haji yang merupakan rukun Islam, Makkah juga menerima jutaan peziarah sepanjang tahun untuk ibadah Umrah. Antara September hingga Oktober 2025 saja, kota ini mencatat kedatangan lebih dari 11,7 juta jamaah Umrah. Pembatasan ketat akses ke Makkah terakhir kali diberlakukan pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020 guna mencegah penularan virus.
Hingga saat ini, belum dipastikan apakah eskalasi serangan terbaru ini akan memengaruhi alur kedatangan dan pelaksanaan ibadah ziarah ke Makkah.