6 Ciri Husnul Khatimah Menurut Islam, Apa Saja Tandanya?

Ilustrasi ziarah. Foto: Media Indonesia

6 Ciri Husnul Khatimah Menurut Islam, Apa Saja Tandanya?

Putri Purnama Sari • 17 September 2026 04:06

Jakarta: Setiap Muslim tentu berharap dapat meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah atau akhir kehidupan yang baik. Husnul khatimah berkaitan dengan keadaan seseorang yang tetap berada dalam iman dan Islam hingga akhir hayatnya.

Dalam Islam, terdapat sejumlah tanda yang disebut dalam hadis dan dijelaskan oleh para ulama. Namun, tanda-tanda tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan secara mutlak seseorang masuk surga atau memiliki akhir kehidupan yang baik. Penilaian akhir tetap menjadi hak Allah SWT.

Ciri Husnul Khatimah Menurut Islam

Berikut beberapa ciri yang sering dikaitkan dengan husnul khatimah berdasarkan hadis dan penjelasan ulama:

1. Meninggal dalam keadaan beriman dan Islam

Salah satu gambaran utama husnul khatimah adalah seseorang meninggal dalam keadaan tetap beriman kepada Allah SWT dan memegang agama Islam.

Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 102 yang memerintahkan orang-orang beriman agar bertakwa dan tidak meninggal kecuali dalam keadaan Muslim.

2. Mengucapkan kalimat tauhid sebelum meninggal

Salah satu tanda yang disebutkan dalam hadis adalah ketika akhir perkataan seseorang berupa kalimat laa ilaaha illallah.

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang akhir perkataannya adalah laa ilaaha illallah akan masuk surga. Hadis tersebut diriwayatkan Abu Dawud.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan mengingat Allah dalam kehidupan sehari-hari.

3. Meninggal dalam keadaan melakukan amal saleh

Husnul khatimah juga dikaitkan dengan seseorang yang tetap melakukan kebaikan hingga akhir kehidupannya.

Dalam sebuah hadis yang dikutip NU Online, Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Allah akan memberinya taufik untuk melakukan amal saleh sebelum kematiannya.

Karena itu, menjaga kebiasaan beribadah dan melakukan amal baik menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk mendapatkan akhir kehidupan yang baik.

4. Kening berkeringat ketika menghadapi kematian

Terdapat hadis yang menyebutkan bahwa seorang mukmin meninggal dengan keringat di keningnya. Kondisi tersebut kemudian dijelaskan ulama sebagai salah satu tanda yang dapat dikaitkan dengan husnul khatimah.

Keringat di kening juga dapat berkaitan dengan beratnya proses sakaratul maut yang dialami seseorang. Karena itu, tanda ini sebaiknya tidak dipahami secara sederhana sebagai kepastian mengenai keadaan akhir seseorang.

5. Meninggal saat menjalankan ibadah atau amal kebaikan

Meninggal ketika sedang melakukan ibadah atau amal saleh juga kerap disebut sebagai keadaan yang baik. Seseorang yang meninggal ketika melaksanakan ibadah seperti salat, puasa, atau zakat dapat diharapkan memperoleh husnul khatimah. Namun, husnul khatimah tidak terbatas pada seseorang yang meninggal di masjid atau ketika sedang salat.

6. Meninggal dalam keadaan istiqamah berbuat baik

Menjaga ketaatan secara terus-menerus juga menjadi bagian penting dalam ikhtiar meraih husnul khatimah.

Seseorang tidak hanya dianjurkan memperbanyak amal baik pada waktu tertentu, tetapi juga berusaha mempertahankan ketaatan hingga akhir hayat. Hal ini sejalan dengan hadis tentang seseorang yang diberi taufik untuk melakukan amal saleh sebelum kematiannya.

(Putri Purnama Sari)