Penandatanganan nota kesepahaman Pertamina Algeria EP (PAEP) dan Comité National de Pencak Silat Algeria (CNPSA). Foto: KBRI Alger
KBRI Aljazair Fasilitasi Kerja Sama Pengembangan Pencak Silat Antara Pertamina dan CNPSA
Fajar Nugraha • 23 July 2026 16:04
Alger: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Aljazair fasilitasi penandatanganan MoU Pengembangan Pencak Silat di Aljazair antara Pertamina Algeria EP (PAEP) dan Comité National de Pencak Silat Algeria (CNPSA).
"Pencak silat bukan sekadar seni bela diri. Di dalamnya terkandung nilai-nilai disiplin, saling menghormati, sportivitas, dan persaudaraan. Saya berharap kerja sama ini dapat melahirkan generasi muda Aljazair yang tidak hanya berprestasi dalam olahraga, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan yang semakin erat antara Indonesia dan Aljazair," ujar Dubes RI Yusron Bahauddin Ambary pada penandatanganan MoU itu di Aula KBRI Alger, Rabu 22 Juli 2026.
Penandatanganan MoU tersebut merupakan hasil fasilitasi KBRI Alger sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Aljazair. Kerja sama ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PAEP yang bertujuan mendukung pengembangan pencak silat di Aljazair sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.
Dubes Yusron menyampaikan apresiasi atas inisiatif PAEP dalam menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Aljazair.
Dubes Yusron juga menegaskan bahwa KBRI Alger berkomitmen untuk terus mendukung implementasi kerja sama antara PAEP dan CNPSA. Sebagai fasilitator sekaligus saksi penandatanganan MoU, KBRI akan terus menjembatani komunikasi dan mendorong kolaborasi agar program-program yang telah disepakati dapat terlaksana secara berkelanjutan.
"KBRI Alger siap mendampingi implementasi kerja sama ini. Kami berharap kemitraan antara PAEP dan CNPSA dapat menjadi contoh sinergi yang baik antara dunia usaha, organisasi olahraga, dan pemerintah dalam memperkuat hubungan people-to-people serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Aljazair," tambah Dubes Yusron.

Foto: KBRI Alger
Melalui kerja sama ini, PAEP dan CNPSA akan mengembangkan berbagai program pembinaan pencak silat, khususnya bagi anak-anak dan remaja di Aljazair. Selain bertujuan mencetak atlet-atlet muda, program ini juga diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contacts) antara Indonesia dan Aljazair.
Pemilihan CNPSA sebagai mitra dalam program ini tidak terlepas dari kiprahnya yang konsisten dalam mengembangkan pencak silat di Aljazair. Didirikan pada 2016, CNPSA telah berkembang menjadi organisasi pencak silat terbesar di negara tersebut dengan lebih dari 4.000 anggota yang tersebar di 17 wilayah Selain aktif membina atlet dan membuka akses bagi generasi muda untuk mempelajari pencak silat, CNPSA juga telah mengukir berbagai prestasi di tingkat internasional.
Pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-II Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang diselenggarakan pada 30 Juli–3 Agustus 2025 di Malang, Indonesia, kontingen Aljazair berhasil meraih 1 medali emas, 1 medali perak, dan 7 medali perunggu. Capaian tersebut mencerminkan pesatnya perkembangan pencak silat di Aljazair sekaligus mempertegas perannya sebagai media diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contacts) antara Indonesia dan Aljazair.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan perkembangan pencak silat di Aljazair dapat semakin meningkat dan menjangkau lebih banyak generasi muda. Inisiatif ini juga mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi olahraga dalam memanfaatkan olahraga sebagai instrumen diplomasi budaya.
Program CSR PAEP diharapkan tidak hanya memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Aljazair, tetapi juga semakin memperkuat citra positif Indonesia serta mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Aljazair.