Doa saat Sakit Ringan: Demam, Pusing, dan Masuk Angin

Ilustrasi: Pexels

Doa saat Sakit Ringan: Demam, Pusing, dan Masuk Angin

Riza Aslam Khaeron • 13 August 2026 07:00

Jakarta: Badan yang tiba-tiba meriang, kepala berdenyut, atau perut yang terasa kembung karena masuk angin merupakan keluhan-keluhan ringan yang bisa datang kapan saja tanpa memandang usia. Tak jarang kondisi seperti ini mengganggu aktivitas harian, meskipun belum tergolong penyakit berat yang membutuhkan penanganan medis serius.

Untuk momen-momen tersebut, Rasulullah saw. mengajarkan doa yang dapat dibaca sebagai bentuk ikhtiar spiritual, berjalan berdampingan dengan ikhtiar fisik seperti beristirahat dan minum obat.
 

Doa saat Sakit Ringan

Mengutip NU Online, Rasulullah saw. mengajarkan doa berikut untuk dibaca ketika mengalami penyakit ringan seperti demam, luka kecil, pusing, atau masuk angin:



Bismillahil kabiri, a'udzu billahil 'azhimi min syarri kulli 'irqin na'arin wa min syarri harrin nari

Artinya: "Dengan nama Allah yang maha besar. Aku berlindung kepada Allah yang maha agung dari luka yang mengeluarkan darah dan dari keburukan panas neraka."

Riwayat doa ini ditemukan dalam Kitab Ibnu Sunni dari sahabat Ibnu Abbas ra., sebagaimana dikutip oleh Imam An-Nawawi:



Artinya: "Diriwayatkan kepada kami di kitab Ibnu Sunni dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah mengajari mereka terkait (penyembuhan) segala penyakit, dari demam, dengan membaca 'Bismillahil kabiri, a'udzu billahil 'azhimi min syarri kulli 'irqin na'arin wa min syarri harrin nari.'" (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, Damaskus, Darul Mallah, 1971 M/1391 H, halaman 116)
   

Membaca Empat Surat Pendek

Selain doa di atas, Imam An-Nawawi juga menganjurkan orang yang sedang mengalami sakit ringan untuk membaca Surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Setelah itu, usapkan ke seluruh bagian tubuh, terutama pada bagian yang terasa sakit, setelah meniupkannya pada kedua telapak tangan:



Artinya: "Seseorang yang sedang sakit juga seyogianya membaca Surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas untuk dirinya serta meniup kedua tangannya sebagaimana penjelasan telah lalu, dan membaca doa kurab (kesulitan) sebagaimana kami telah sebutkan." (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, Damaskus, Darul Mallah, 1971 M/1391 H, halaman 116)

Doa dan bacaan ini menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi sakit sekecil apa pun, seorang Muslim tetap dianjurkan untuk menyandarkan diri kepada Allah SWT, tanpa mengesampingkan ikhtiar fisik seperti istirahat yang cukup dan penanganan medis yang sesuai.

(Riza Aslam Khaeron)