Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance berjabat tangan dengan PM Pakistan Shehbaz Sharif. (Anadolu Agency)
PM Pakistan Bertemu JD Vance di Sela Perundingan AS-Iran di Swiss
Willy Haryono • 21 June 2026 20:33
Burgenstock: Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bertemu Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance di Burgenstock, Swiss pada Minggu, 21 Juni 2026, di sela-sela perundingan teknis antara AS dan Iran yang bertujuan mendorong implementasi kesepakatan perdamaian.
Kantor Perdana Menteri Pakistan menyatakan pertemuan tersebut berlangsung di Burgenstock, lokasi yang menjadi tuan rumah pembicaraan lanjutan antara Washington dan Teheran.
“Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance di sela-sela perundingan teknis AS-Iran sebagai tindak lanjut Memorandum Islamabad yang berlangsung di Burgenstock, Swiss,” ujar pernyataan Kantor PM Pakistan melalui media sosial X yang dilansir India Today.
Sharif tiba di Swiss pada Minggu bersama Panglima Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir dan sejumlah pejabat lainnya.
Video yang dibagikan pemerintah Pakistan memperlihatkan Sharif dan Munir berjabat tangan dengan Vance, Utusan Khusus AS Steve Witkoff, serta penasihat Presiden AS Jared Kushner.
Pakistan Diakui Berperan dalam Negosiasi
Sebelum pertemuan berlangsung, JD Vance mengakui peran Pakistan dalam memfasilitasi proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.Pakistan menjadi mediator utama dalam pembahasan yang menghasilkan Memorandum Islamabad, kesepakatan yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pekan lalu.
Kesepakatan tersebut membuka periode negosiasi selama 60 hari untuk menyelesaikan berbagai isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.
Di saat yang sama, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi dilaporkan berada di Teheran dan disebut melakukan pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, meski kunjungan tersebut tidak diumumkan sebelumnya.
Fokus pada Hormuz dan Program Nuklir
Delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf telah berada di Swiss untuk mengikuti pembicaraan teknis.Mediator dari Qatar serta sejumlah pejabat senior Swiss juga turut menghadiri rangkaian pertemuan tersebut.
Pembicaraan teknis awalnya dijadwalkan dimulai pada Jumat, namun ditunda akibat meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.
Salah satu isu utama yang dibahas dalam negosiasi adalah masa depan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi rute sekitar 20 persen pasokan energi dunia dalam kondisi normal.
Memorandum Islamabad sebelumnya membuka kembali jalur pelayaran di selat tersebut. Namun Iran menyatakan pada Sabtu bahwa mereka kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.
Sementara itu, JD Vance menegaskan bahwa jalur pelayaran masih terbuka untuk aktivitas pengiriman internasional.
Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan bahwa Washington dapat memberlakukan tarif atau biaya transit Amerika di Selat Hormuz apabila kesepakatan final dengan Iran gagal dicapai dalam waktu 60 hari.
Pertemuan Sharif dan Vance berlangsung ketika delegasi dari Amerika Serikat, Iran, Pakistan, Qatar, dan Swiss berkumpul di Burgenstock untuk melanjutkan negosiasi yang diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan permanen terkait program nuklir Iran, pencabutan sanksi, serta stabilitas kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Menlu Iran Bertemu Menlu Swiss Jelang Perundingan Empat Pihak di Burgenstock Swiss