Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok YouTube Metro TV.
Pemerintah Beri Insentif Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Nol Persen
Achmad Zulfikar Fazli • 22 June 2026 19:19
Jakarta: Pemerintah memberikan insentif berupa bea masuk nol persen untuk impor LPG bagi industrì petrokimia dan bahan baku plastik. Insentif ini diharapkan dapat meningkatkan nilai manfaat bag sektor ekonomi di Indonesia.
“Arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dengan ketidakpastian situasi, pemerintah memberikan insentif untuk impor LPG dan bahan baku plastik. Pemerintah menetapkan bea masuk 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia. Dengan ini, diharapkan bisa meningkatkan nilai manfaat bagi sektor ekonomi sebesar Rp2,25 triliun berupa pengurangan cost bagi industri terkait dan multiplier effect atau efek pengganda yang bisa didorong,” ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.
Airlangga berharap pembebasan bea masuk menjadi 0 persen pada bahan baku plastik dapat membantu menekan inflasi, terutama hampir seluruh pengemasan makanan dibungkus dengan plastik.
“(Kebijakan ini berjalan) sambil kita menunggu perkembangan daripada situasi,” ujar Airlangga.

Ilustrasi plastik. Foto- Dok MI
| Baca Juga: |
Pemerintah juga terus mendorong agar impor suku cadang pesawat diturunkan menjadi 0 persen. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung industri penerbangan dan industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) agar bisa lebih berdaya saing.
Airlangga menambahkan pemerintah juga melanjutkan program magang dan vokasi untuk mendongkrak ekonomi Indonesia. Detail program tersebut akan dijelaskan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
“Tentunya program magang dan vokasi ini kita akan dorong untuk dilaksanakan di paruh kedua, di semester kedua, sehingga ini bisa menjadi penggerak daripada perekonomian di masyarakat,” ujar Airlangga.