Presiden Prabowo Subianto. Dok. Istimewa
Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen Sumbang USD1 Miliar untuk BoP
Achmad Zulfikar Fazli • 22 March 2026 16:29
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen untuk menyumbang sebesar USD1 miliar kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
“Jadi, kita tidak pernah mengatakan kita mau ikut iuran USD1 miliar,” ujar Prabowo dalam wawancaranya, dikutip pada Minggu, 22 Maret 2026.
Dia juga menegaskan tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP. Hal ini terlihat dari absennya Indonesia dalam pertemuan founding donors sebelumnya.
“Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar. Tapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” tegas Prabowo.
Presiden menyampaikan Indonesia siap menjadi bagian dari dewan perdamaian tersebut, namun hanya melalui kontribusi pasukan perdamaian untuk menjaga warga Gaza, bukan dana.
“Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan,” kata dia.
Baca Juga:
Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata Hamas |
_%20Foto-%20Setrpres(1).jpg)
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri undangan BoP. Dok. Setpres
Prabowo menambahkan pemerintah akan tetap mengikuti perkembangan ke depan ketika pembangunan kembali Gaza dapat dimulai, kemungkinan kontribusi Indonesia akan dipertimbangkan.
“Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya sudah membangun rumah sakit, serta berbagai bantuan lainnya di sana,” jelas dia.
Namun, dia menegaskan tidak ada komitmen untuk membayar iuran sebagai anggota BoP. “Tidak ada komitmen sama sekali,” tegas Presiden.