Sterilisasi TKP Ledakan Bom di Biak Terkendala Cuaca

Tim Polri saat menemukan barang bukti insiden meledaknya bom peninggalan PD II di Biak. (ANTARA/HO/Humas Polda Papua)

Sterilisasi TKP Ledakan Bom di Biak Terkendala Cuaca

Silvana Febiari • 6 June 2026 07:14

Jayapura: Sterilisasi tempat kejadian perkara (TKP) bom yang meledak di Biak, Papua masih terkendala cuaca. Proses sterilisasi yang dilakukan tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Papua hingga kini baru mencapai 75 persen.

"Sterilisasi terkendala cuaca seperti terjadi hari ini Jumat (5 Juni), air laut mengalami pasang hingga pukul 15.00 WIT sehingga tidak bisa dilakukan maksimal," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, dilansir dari Antara, Sabtu, 6 Juni 2026. 
 


Setelah air laut surut, tim jibom akan melakukan pembersihan di sekitar TKP meledaknya bom yang menewaskan enam orang. Pembersihan terus dilakukan mengingat di sekitar TKP hingga kini belum tersentuh.

"Bila sudah dinyatakan bersih maka pencarian akan dilakukan di sekitar TKP yang masuk kategori ring 1," ungkap Ari.


Ledakan di Biak Numfor, diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II. (DOK Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua)


Meledaknya bom peninggalan PD II di komplek perikanan yang berlokasi di jalan Wolter Monginsidi Biak itu mengakibatkan enam orang meninggal dan tiga warga dilaporkan hilang. 

Enam warga yang menjadi korban meledaknya bom di Biak yaitu Deflin Raubaba (41 th), Moris Raubaba (24 th), Karmila Ayorbaba(25 th), Israel Raubaba (7 th), Isril Raubaba (5th) dan Mina Puadi (51 th). Sementara tiga warga yang hilang adalah Yulianus Raubaba (26 th), Lae Madura (45 th) dan Abis Marandof (27 th).

(Silvana Febiari)