Petugas haji Embarkasi Haji Padang, Sumatera Barat mendapatkan pembekalan sebelum bertolak ke tanah suci. ANTARA/Muhammad Zulfikar
Tujuh Haji Embarkasi Padang Meninggal di Arab Saudi
Whisnu Mardiansyah • 9 June 2026 11:24
Padang: Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatra Barat (Sumbar) melaporkan tujuh haji asal Embarkasi Padang meninggal dunia di Arab Saudi selama menjalani rangkaian ibadah haji musim 1447 Hijriah.
"Hingga hari ini tercatat tujuh haji yang wafat di Arab Saudi," kata Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M Rifki, di Kota Padang, seperti dilansir Antara, Selasa, 9 Juni 2026.
Dari tujuh orang yang wafat di Tanah Suci, dua orang berasal dari Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Sementara itu, empat lainnya berasal dari Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Sawahlunto.
Ketujuh haji yang wafat di Arab Saudi adalah Tukiman Sadi Kromo Karso, Yunilis Muin, Sofian Arbi, Imam Kanapi Imam Qodir, Syamsu Kari Sudin, Mainusni Marukun, dan Mustina Abdul Basir.
Mereka wafat di lokasi yang berbeda-beda, baik di rumah sakit maupun di hotel tempat mereka menginap. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, para haji asal Embarkasi Padang meninggal karena serangan jantung akut, syok kardiogenik, penyakit jantung iskemik kronis, hingga gagal napas akut.
"Dua orang dimakamkan di Makam Baqi, Madinah, dan empat lainnya dimakamkan di Saraya Suhada Al Haram," ungkapnya.
Pada musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi, Embarkasi Padang memberangkatkan 5.374 jemaah dan petugas. Jumlah tersebut terdiri atas 3.989 orang asal Sumatra Barat, 1.354 orang asal Bengkulu, serta 54 petugas kelompok terbang (kloter) gabungan dari kedua daerah.
.jpeg)
Ibadah haji. Foto: Metro TV/Misbahol
Hingga kedatangan kloter kelima pada Senin malam, 8 Juni 2026, pukul 23.39 WIB, di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Kemenhaj setempat mencatat sebanyak 1.951 jemaah dan petugas telah tiba di tanah air.
Proses pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Padang akan terus berlanjut hingga seluruh kloter kembali ke Indonesia sesuai jadwal yang telah ditetapkan.