Pendiri dan pemilik utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Low Tuck Kwong. Foto: Forbes.
Daftar 30 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes Per Agustus 2026
Riza Aslam Khaeron • 6 August 2026 09:33
Jakarta: Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di dunia melalui Real-Time Billionaires pada 5 Agustus 2026. Sebanyak 30 pengusaha Indonesia masuk dalam daftar tersebut.
Low Tuck Kwong di posisi teratas sebagai orang terkaya di Indonesia. Low Tuck Kwong merupakan pendiri Bayan Resources, perusahaan batu bara di Indonesia. Kekayaan pengusaha tersebut diperkirakan senilai 16,8 miliar dollar Amerika Serikat atau setara dengan Rp300,9 triliun (kurs Rp17.910).
Tiga Besar Pengusaha Indonesia Terkaya

Robert Budi Hartono. Foto: dok Forbes
Low juga disebut mengontrol perusahaan energi terbarukan Singapura, Metis Energy, serta memiliki kepemilikan di The Farrer Park Company dan Samindo Resources. Selain itu, ia mendukung SEAX Global, yang sedang membangun sistem kabel bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.
Prajogo Pangestu ada di posisi kedua orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan Rp290,2 triliun. Prajogo Pangestu merupakan pemilik perusahaan Barito Pacific yang bergerak di bidang petrokimia dan energi.
Pada tahun 2007, perusahaan tersebut berhasil akuisisi 70 persen saham Chandra Asri, yang merupakan perusahaan petrokimia. Pada 2011, Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia. Penggabungan tersebut menjadikan Chandra Asri sebagai produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.
Posisi ketiga ditempat Robert Budi Hartono dengan kekayaan mencapai Rp286,4 triliun. Budi Hartono merupakan pengusaha tembakau serta investor bank di Indonesia. Sebagian besar kekayaannya tercatat berasal dari investasi di Bank Central Asia (BCA). Hartono membeli saham BCA setelah Salim Group tak lagi menguasai bank tersebut akibat krisis ekonomi 1997–1998.
Daftar 30 Orang Indonesia Terkaya di Dunia
Berikut daftar 30 orang terkaya di Indonesia versi Forbes:- Low Tuck Kwong: Rp300,9 triliun
- Prajogo Pangestu: Rp290,2 triliun
- R. Budi Hartono: Rp286,4 triliun
- Anthoni Salim: Rp193,5 triliun
- Tahir & Keluarga: Rp168,4 triliun
- Sri Prakash Lohia: Rp148,7 triliun
- Otto Toto Sugiri: Rp145 triliun
- Marina Budiman: Rp103,8 triliun
- Lim Hariyanto Wijaya Sarwono: Rp82,3 triliun
- Theodore Rahmat: Rp77 triliun
- Sukanto Tanoto: Rp73,4 triliun
- Chairul Tanjung: Rp69,8 triliun
- Han Arming Hanafia: Rp68 triliun
- Martua Sitorus: Rp62,6 triliun
- Haryanto Tjiptohardjo: Rp62,6 triliun
- Dewi Kam: Rp53,7 triliun
- Agoes Projosasmito: Rp53,7 triliun
- Peter Sondakh: Rp53,7 triliun
- Mochtar Riady & Keluarga: Rp42,9 triliun
- Djoko Susanto: Rp35,8 triliun
- Bambang Sutantio: Rp32,2 triliun
- Wirastuty Fangiono: Rp30,4 triliun
- Alexander Ramlie: Rp28,6 triliun
- Bachtiar Karim: Rp26,8 triliun
- Hermanto Tanoko: Rp26,8 triliun
- Soegiarto Adikoesoemo: Rp25 triliun
- Bahari Karim: Rp23,2 triliun
- Burhan Karim: Rp23,2 triliun
- Hartati Murdaya: Rp21,4 triliun
- Eddy Sugianto: Rp17,9 triliun