Perdagangan saham di Bursa Efek Frankfurt. Foto: Xinhua/Lu Yang.
Saham Eropa Makin Diminati Investor Global, Ini Pemicunya
Husen Miftahudin • 10 August 2026 07:49
Frankfurt: Saham-saham Eropa semakin menarik minat investor global seiring dengan penguatan pendapatan perusahaan, perbaikan data ekonomi, dan meluasnya partisipasi pasar. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi reli pasar saham Eropa masih dapat berlanjut.
Mengutip Investing.com, Senin, 10 Agustus 2026, indeks Stoxx Europe 600 mencatat kenaikan dalam setiap sesi perdagangan pada pekan lalu. Rentetan penguatan tersebut menjadi yang terpanjang sejak Juni.
Sepanjang 2026, indeks acuan saham Eropa itu telah menguat 11 persen. Sejumlah indeks utama kawasan, seperti DAX Jerman, CAC 40 Prancis, dan FTSE MIB Italia, juga telah mencapai rekor tertinggi.
Penguatan pasar saham Eropa turut ditopang kinerja perusahaan. Pendapatan perusahaan-perusahaan Eropa meningkat 17 persen, menjadi pertumbuhan terkuat dalam empat tahun terakhir.
Di sisi lain, momentum ekonomi kawasan Eropa mencapai level tertinggi sejak Maret 2023. Perkembangan tersebut ikut memperkuat optimisme investor terhadap prospek pasar saham di kawasan tersebut.
"Ada antusiasme yang besar terhadap Eropa," kata Kepala Investasi Internasional BlackRock untuk Ekuitas Fundamental Helen Jewell. Ia menilai ketahanan ekonomi dan permintaan di Eropa telah melampaui ekspektasi pasar.
Mengutip Investing.com, Senin, 10 Agustus 2026, indeks Stoxx Europe 600 mencatat kenaikan dalam setiap sesi perdagangan pada pekan lalu. Rentetan penguatan tersebut menjadi yang terpanjang sejak Juni.
Sepanjang 2026, indeks acuan saham Eropa itu telah menguat 11 persen. Sejumlah indeks utama kawasan, seperti DAX Jerman, CAC 40 Prancis, dan FTSE MIB Italia, juga telah mencapai rekor tertinggi.
Penguatan pasar saham Eropa turut ditopang kinerja perusahaan. Pendapatan perusahaan-perusahaan Eropa meningkat 17 persen, menjadi pertumbuhan terkuat dalam empat tahun terakhir.
Di sisi lain, momentum ekonomi kawasan Eropa mencapai level tertinggi sejak Maret 2023. Perkembangan tersebut ikut memperkuat optimisme investor terhadap prospek pasar saham di kawasan tersebut.
"Ada antusiasme yang besar terhadap Eropa," kata Kepala Investasi Internasional BlackRock untuk Ekuitas Fundamental Helen Jewell. Ia menilai ketahanan ekonomi dan permintaan di Eropa telah melampaui ekspektasi pasar.
Posisi investor mulai berubah
Perubahan sentimen juga tercermin dari posisi investor. Survei Bank of America menunjukkan sebanyak dua persen manajer dana secara bersih memiliki posisi overweight pada saham-saham Eropa.
Angka tersebut berbalik dibandingkan Juni, ketika 15 persen manajer dana secara bersih berada dalam posisi underweight terhadap saham Eropa. Perubahan posisi tersebut menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap aset-aset di kawasan Eropa.
Penguatan pasar juga tidak hanya ditopang oleh kelompok perusahaan tertentu. Sekitar 75 persen konstituen Stoxx 600 diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 200 hari. Proporsi tersebut mendekati level tertinggi dalam satu dekade terakhir, di luar periode pemulihan setelah krisis besar.
Kondisi ini menunjukkan penguatan pasar saham Eropa telah menyebar ke lebih banyak perusahaan, bukan hanya terkonsentrasi pada sejumlah saham dengan kapitalisasi besar.
Sentimen terhadap saham Eropa turut mendapat dukungan dari meredanya ketegangan antara Washington dan Teheran. Penurunan harga minyak sejak Juli juga membantu mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.
Namun, risiko masih membayangi pasar. Ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh menjadi salah satu faktor yang tetap diperhatikan investor.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
AI dorong saham semikonduktor
Perkembangan kecerdasan buatan atau AI menjadi salah satu pendorong lain bagi pasar saham Eropa. Perusahaan semikonduktor seperti ASML dan Infineon Technologies telah mencatat kenaikan lebih dari 60 persen sepanjang tahun ini.
Investor juga mulai memburu perusahaan yang dinilai berpotensi meningkatkan margin melalui penerapan AI. Portofolio yang mencakup ABB, Standard Chartered, dan E.On tercatat naik 14 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan tiga persen pada kelompok perusahaan hyperscale Amerika Serikat.
Saham perbankan Eropa juga mencatat penguatan signifikan. Saham-saham bank di kawasan tersebut telah naik sekitar 22 persen. Penguatan itu terjadi ketika investor mencari alternatif terhadap saham-saham teknologi Amerika Serikat yang dinilai lebih volatil.
Dari sisi valuasi, indeks Stoxx 600 saat ini diperdagangkan sekitar 15 kali proyeksi pendapatan. Level tersebut mencerminkan diskon terkecil terhadap indeks S&P 500 dalam empat tahun terakhir.
Meski prospek pasar saham Eropa semakin positif, investor masih menghadapi sejumlah risiko. Potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve serta keraguan terhadap pertumbuhan ekonomi Eropa dalam jangka panjang menjadi faktor yang dapat memengaruhi kinerja pasar ke depan.