Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pjs Dirut BEI. Foto: dok Istimewa.
Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI
Husen Miftahudin • 3 February 2026 13:37
Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama (Dirut), yang ditetapkan melalui proses rapat direksi (radir) pada Jumat (30/1) pekan lalu.
"Sementara penggantinya itu, Pak Jeffrey (Hendrik). Keputusan radir," kata Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI Sunandar ????kepada awak media di Media Center BEI, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 3 Februari 2026.
Sunandar mengungkapkan, pengunduran diri Dirut BEI sebelumnya saat ini masih dalam tahap proses, yang nantinya ketika proses selesai maka pengalihan kepemimpinan kepada Jeffrey Hendrik baru secara resmi akan diumumkan.
"Nah, cuman kan mekanisme pengunduran dirinya harus nanti, berproses, yang dirutnya," jelas Sunandar.
Ia mengatakan, jabatan pejabat sementara Dirut akan diemban oleh Jeffrey Hendrik sampai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI pada Juni 2026 mendatang. "Iya, pergantian (RUPST)," tutur dia.
Ia mengungkapkan, pejabat sementara Dirut BEI telah ditetapkan efektif pada Jumat (30/1) pekan lalu. "Sudah (Jumat)," aku Sunandar.
| Baca juga: Demutualisasi BEI, Danantara Jamin tak Picu Konflik Kepentingan |

(Ilustrasi, Gedung BEI. Foto: dok Ajaib)
Proses pengambilan keputusan tidak terganggu
Sebelumnya, BEI menyatakan akan mengumumkan Pjs Dirut sebelum jam pembukaan perdagangan Bursa pada Senin (2/2). "Akan diumumkan Pjs Dirut-nya sebelum dibukanya perdagangan Senin," kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad.
Dalam konferensi pers di Wisma Danantara Indonesia Jakarta pada Sabtu (31/1) malam, BEI diwakili oleh Jeffrey Hendrik yang saat itu disebut masih menjabat sebagai Direktur Pengembangan. "Betul (Jeffrey) sebagai Direktur Pengembangan," ucap Kautsar.
Dalam konferensi pers tersebut, Jeffrey memastikan operasional BEI tetap akan berjalan secara normal, dan proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen juga tidak akan terganggu sama sekali.
"Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola," tegas Jeffrey.