Konservasi Saninten, Cara Pertamina Jaga Lereng Bandung Utara

Pertamina Patra Niaga Regional JBB menanam 1.300 pohon endemik saninten dan tanaman agroforestri di kawasan lereng Bandung Utara. Foto: dok Pertamina.

Konservasi Saninten, Cara Pertamina Jaga Lereng Bandung Utara

Ade Hapsari Lestarini • 9 February 2026 18:42

Bandung: PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB menanam 1.300 pohon endemik saninten dan tanaman agroforestri di kawasan lereng Bandung Utara, Jumat, 6 Febuari 2026. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus mitigasi bencana berbasis masyarakat.

Program digelar bekerja sama dengan Komunitas Saninten Indonesia dan melibatkan lima petani binaan sebagai Local Biodiversity Champion. Para petani sebelumnya mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dan edukasi dengan memanfaatkan pengetahuan lokal serta pengalaman bertani yang telah dimiliki.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana menegaskan pentingnya keberadaan pohon keras di kawasan pertanian lereng.

"Penanaman pohon keras di antara tanaman sayuran penting untuk menjaga kualitas tanah dan keseimbangan lingkungan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong kolaborasi seluruh pihak dalam upaya menghijaukan kembali kawasan Bandung Utara. Kami mengapresiasi Pertamina yang tidak hanya menanam, tetapi juga memelihara dan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapannya," ujar Dodit, dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Februari 2026.

Supervisor Maintenance PT Pertamina Patra Niaga AFT Husein Sastranegara, Boy Presley Panjaitan, mengatakan program konservasi saninten memiliki muatan yang lebih luas dari sekadar kegiatan penghijauan.

"Konservasi saninten ini bukan hanya tentang penanaman pohon, tetapi juga bagian dari upaya mitigasi bencana di Bandung Utara yang saat ini menjadi perhatian. Kami mengusung semangat ‘Saninten Lestari, Bandung Utara Tangguh’ karena saninten memiliki perakaran kuat, mampu menahan tanah, dan mendukung ekosistem di sekitarnya," ujar Boy.

 

Upaya mitigasi bencana


Salah satu petani Local Biodiversity Champion, Oyot, menilai program tersebut menjawab persoalan degradasi lahan di kawasan lereng Bandung Utara.

"Sekarang banyak lahan yang sudah kritis dan pohon keras makin berkurang. Memang belum semua orang sadar soal ini. Makanya, saat ada program penanaman saninten, saya senang bisa terlibat," ujar Oyot.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Susanto August Satria, menuturkan kegiatan ini merupakan wujud kontribusi Pertamina dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat peran masyarakat.

"Program konservasi saninten menjadi bagian dari upaya Pertamina memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan komunitas dan petani lokal," ujar Satria.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, tujuan 13 tentang penanganan perubahan iklim, tujuan 15 tentang ekosistem daratan, serta tujuan 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)